INDY Tak Ambil Pusing Investasi Batubara Global Dipersulit

Must read

Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY), Ricky Fernando mengatakan pihaknya tidak ambil pusing dan risau soal kebijakan negara-negara G7 yang membuat investasi batubara dipersulit dengan menghentikan pendanaan.

INDY menilai, kebijakan negara G7 yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang untuk menghentikan pendanaan investasi tidak akan memberikan dampak besar.

INDY mengatakan bahwa selama ini pasar konsumen batubara terbesar adalah China dan India, yang tidak masuk ke dalam kelompok negara G7 tersebut. 

Jadi, meski negara G7 tidak lagi memberikan pendanaan untuk sektor tambang batubara, masih ada negara China, India, dan negara Asia lainnya yang membutuhkan batubara dalam jumlah besar, yang bisa membantu keberlangsungan emiten tambang batubara lokal.

Terkait masalah pendanaan, INDY bersama emiten tambang lokal lainnya masih bisa mendapatkannya dari sejumlah bank dalam negeri dan mengandalkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada.

Terlebih lagi, kebutuhan pasar akan batubara masih dibutuhkan hingga 10-20 tahun kedepan.

Baca Juga: Komitmen Petrosea Implementasikan K3 Bagi Para Pekerja

Terkait dengan kebijakan negara G7 tersebut, INDY juga kedepannya telah mempersiapkan langkah-langkah untuk memperkuat diversifikasi usaha ke sektor non-batubara, menargetkan penerimaan pendapatan dari sektor non-batubara sebesar 50% di tahun 2025, serta berkomitmen untuk mencapai netral emisi karbon pada tahun 2050. 

Dengan melakukan strategi diversifikasi, INDY yakin sektor keuangan dapat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan perusahaan dan juga menjajaki penggalangan dana dari dalam negeri.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article