INDY Bidik Produksi Batu Bara 31 Juta Ton di 2021

INDY Bidik Produksi Batu Bara 31 Juta Ton di 2021
INDY Bidik Produksi Batu Bara 31 Juta Ton di 2021

PT Indika Energy Tbk (INDY) bidik produksi batu bara hingga 31 juta ton di 2021. INDY juga berharap bisa menjajakan lebih banyak produksi batubara tersebut ke China.

INDY  ingin mencuil peluang pasar yang lebih besar ke Negeri Panda setelah terjadi penandatanganan nota kesepahaman peningkatan ekspor batubara Indonesia ke China.

Retina Rosabai, Direktur & Group Chief Financial Officer PT Indika Energy Tbk, mengatakan, ekspor batubara ke China diharapkan bisa meningkat dari volume saat ini yang berkisar 8 juta ton.

Namun, hingga kini, INDY belum mendapatkan gambaran pasti mengenai potensi tambahan kontrak ekspor ke sana. “Semuanya masih dalam tahap negosiasi,” kata dia saat paparan publik INDY, Kamis (17/12).

pada akhir November 2020 lalu terjalin kesepakatan antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution. 

APBI berharap terjadi peningkatan ekspor batubara ke China sekitar 200 juta ton di tahun mendatang.

Adapun ekspor batubara INDY ke China nanti mengambil sebagian dari hasil produksi PT Kideco Jaya Agung. Untuk tahun 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui total rencana produksi batubara Kideco mencapai 30 juta ton. 

Sementara anak usaha INDY yang lain, PT Multi Tambangjaya Utama, memperoleh lampu hijau untuk memproduksi 1,4 juta ton batubara.

INDY mengakui target volume batubara 2021 lebih rendah dibandingkan tahun ini. Namun, manajemen perusahaan menyatakan, angka itu bisa ditinjau kembali pada tahun depan.

Sebagai perbandingan, hingga akhir tahun 2020 INDY memproyeksikan produksi batubara Kideco bisa menyentuh 33 juta ton atau lebih tinggi ketimbang rencana awal sebesar 29 juta ton. Sementara Multi Tambangjaya akan menghasilkan sebanyak 1,2 juta ton-1,3 juta ton batuara.

Kideco dan Multi Tambangjaya berkontribusi dominan terhadap pendapatan INDY hingga sebesar 59%. 

Kontribusi Kideco mengambil bagian sebanyak 55% per September 2020. Porsi Kideco itu setara dengan volume produksi 23,9 juta ton dan volume penjualan sebesar 23,7 juta ton.