Industri Tambang Pantang Memutus Pekerjaan Karyawan

Industri Tambang Pantang Memutus Pekerjaan Karyawan

Industri-Tambang-Pantang-Memutus-Pekerjaan-Karyawan
Industri Tambang Pantang Memutus Pekerjaan Karyawan

Sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) memang sedang lesu didera oleh efek pandemi Covid-19.

Efek dari itu, harga batubara kini terus melemah, juga menyebabkan  banyak proyek smelter yang dibangun perusahaan tambang mineral terhenti.

Ini disebabkan lantaran distribusi alat sulit dilakukan ditambah lagi lembaga pembiayaan enggan mengucurkan pendanaan.

Meski dihantam dengan segudang masalah. Perusahaan di sektor mineral dan batubara tersebut sampai saat ini tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ini yang membuat sektor ini memiliki nilai lebih untuk membantu pemerintah dalam menekan pemutusan hubungan kerja saat pandemi Covid-19.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja, hingga awal Juni 2020, kemungkinan ada sekitar 3 juta pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan akibat dampak akibat virus corona Covid-19.

Yang membuat lega, menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak ada perusahaan pertambangan batubara dan mineral yang melakukan PHK.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan kondisi saat ini tentu saja sangat berat bagi perusahaan pertambangan mineral dan batubara.

Baca Juga: Begini Nasib Saham Batu Bara Hari Ini!

Ini tergambar dari target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba yang diprediksi akan turun mencapai 20% dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai Rp. 45 triliun atau akan menjadi sekitar Rp. 38 triliun saja, adapun kontribusi penghasil PNBP terbesar masih dipegang oleh perusahaan tambang batubara.