Industri Nikel Menarik Banyak Investasi

Nikel sebagai komponenen utama dalam menyusun baterai lithium, dinilai industri nikel menarik banyak investasi dan memiliki prospek bisnis yang cerah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang dilirik dunia untuk melakukan investasi di bidang industri baterai lithium. Alasannya karena melimpahnya ore nikel -kandungan utama baterai lithium- yang berada di Indonesia.

Industri-Nikel-Menarik-Banyak-Investasi
Industri Nikel Menarik Banyak Investasi

Bahlil menilai kedepannya pertumbuhan ekspor dalam bidang Sumber Daya Alam akan semakin meningkat. Terutama, nikel.

“Ini adalah momentum awal ekonomi bangsa kita terutama ore nikel. Saya lihat kedepan pertumbuhan ekonomi dalam konteks ekspor SDA akan semakin baik,” ujar Bahlil.

Investasi nikel akan tumbuh subur seiring besarnya cadangan Nikel Indonesia.

Baca Juga : Tarik Investor, Data Migas dan Tambang Dibuat Pintu

“Total cadangan ore nikel di dunia itu 25% ada di Indonesia. 80% dari material lithium baterai, itu ada pada nikel,” katanya saat menghadiri peluncuran GrabCar Elektrik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin (27/1).

Bahlil menyayangkan banyaknya pihak baik dalam maupun luar negeri yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah terkait pelarangan ekspor ore nikel. Padahal, menurutnya industri berbahan dasar nikel yang dikerjakan di Indonesia, akan lebih menguntungkan.

“Bayangkan kalau kemudian ini kita perkuat, maka dunia akan bergabung ke kita dan bergantung pada energi ini. Masalahnya kita maunya membangun ekonomi jangka pendek terus, itu tidak bagus,” katanya.

Bahlil menilai kedepannya pertumbuhan ekspor dalam bidang Sumber Daya Alam akan semakin meningkat. Terutama, nikel.

“Ini adalah momentum awal ekonomi bangsa kita terutama ore nikel. Saya lihat kedepan pertumbuhan ekonomi dalam konteks ekspor SDA akan semakin baik,” ujar Bahlil.