Industri Nikel dengan Kinerja Paling Merana di Tengah Corona

Industri Nikel dengan Kinerja Paling Merana di Tengah Corona

Industri-Nikel-dengan-Kinerja-Paling-Merana-di-Tengah-Corona
Industri Nikel dengan Kinerja Paling Merana di Tengah Corona

Pandemi virus corona telah menjadi momok bagi perusahaan tambang dalam menjaga kinerja dan produktivitasnya.

Berhentinya aktivitas ekonomi menjadi penyebab minimnya permintaan pasar logam. Sehingga menekan kinerja beberapa komoditas industri logam mulia. 

Tercatat, sepanjang semester satu kemarin, seluruh komoditas logam industri mencatatkan kinerja negatif.

Kinerja logam industri kompak terpukul selama tiga bulan pertama. Selepas Maret, secara perlahan kinerja tembaga, timah, ataupun nikel mulai kembali membaik

Dari ketiga komoditas tersebut, tembaga menjadi komoditas logam industri yang mencatatkan kinerja terbaik selama enam bulan kemarin. 

Merujuk Bloomberg, mengawali tahun ini harga tembaga di London Metal Exchange berada di level US$ 6.174 per metrik ton.

Sementara pada akhir semester I-2020 justru turun di level US$ 6.015 per metrik ton. Artinya, harga tembaga terkoreksi hingga 2,57%. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan faktor yang menyebabkan harga tembaga tidak terkoreksi terlalu dalam adalah kembali melonjaknya permintaan terhadap tembaga.

Hal ini seiring dengan kembali menggeliatnya produksi kendaraan listrik serta dibukanya lockdown di beberapa negara. 

Baca Juga: Harga Batu Bara Rekor Tertinggi Selama Sebulan

“Dengan mulai kembali beroperasinya manufaktur di berbagai negara, bahkan di China rilis data manufakturnya mengalami peningkatan. Meski masih di bawah 50, indikasinya ke depan masih akan kembali mengalami peningkatan, sehingga harga tembaga pun ikut terkerek naik,” ujar Ibrahim.