Industri Hilir Batu Bara Jadi Cita-Cita Pemerintah

Industri Hilir Batu Bara Jadi Cita-Cita Pemerintah

Industri Hilir Batu Bara Jadi Cita-Cita Pemerintah
Industri Hilir Batu Bara Jadi Cita-Cita Pemerintah

Optimisme membangun industri hilir batu bara sedang digelorakan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah berkeyakinan bahwa batubara akan menjadi energi alternatif di masa depan.

Dengan catatan harus mampu dikonversi melalui berbagai jenis roduk hilir. Program hilirisasi pertambangan, khususnya batubara, penting untuk segera direalisasikan di Indonesia.

Sujatmiko sebagai Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara mengatakan, ada tujuh klaster industri hilir batubara yang berjalan dan dikembangkan oleh pemerintah.

Di antaranya adalah industri gasifikasi batubara, pembuatan kokas, (UCG) Underground Coal Gasification, pencairan batubara, (coal upgrading) Peningkatan mutu batubara (coal upgrading), pembuatan briket batubara, dan coal slurry/coal water mixture atau bubur batubara.

Jalan menuju hilirisasi batubara demi meningkatknan nilai tambah terbentang lebar.

Indutri hilir batu bara juga ditopang sumber daya batubara di Indonesia yang mencapai 149 miliar ton dan total cadangan batubara sebesar 37 miliar ton.

Jumlah tersebut merujuk pada data Badan Geologi Kementerian ESDM 2019.

“Beberapa jenis batubara masih belum dimanfaatkan dengan baik. Makanya lebih baik dikonversi jadi produk hilir,” tutur Sujatmiko dalam diskusi virtual, Selasa (28/7).

Pemerintah juga berkeinginan untuk membangun sejumlah industri hilir batubara dengan hitungan ekonomi komersial pada tahun 2030, yang mana kapasitas total batubara yang dibutuhkan sebesar 37,6 juta ton.

Baca Juga: Petrosea Siapkan Capex Rp 2,4 Triliun

Di rentang tahun 2024 – 2025, pemerintah menargetkan adanya beberapa fasilitas peningkatan nilai batubara (PNT).

Di antaranya 2 pabrik gasifikasi batubara, 1 pabrik pembuatan kokas, 1 pabrik briket batubara, dan 2 pabrik coal upgrading.