Industri Batu Bara dan Listrik Nasional

Industri Batu Bara dan Listrik Nasional

Industri Batu Bara dan Listrik Nasional
Industri Batu Bara dan Listrik Nasional

Saat ini peran batu bara dalam pasokan listrik nasional cukup signifikan.

Total kapasitas pembangkit listrik nasional per Februari 2020 sekitar 69,6 GW.

Dari jumlah tersebut, sekitar 34,37 GW (49,9%) di antaranya merupakan PLTU atau pembangkit listrik yang umumnya menggunakan energi primer batu bara. 

Porsi batu bara dalam bauran energi primer pembangkit listrik nasional untuk beberapa tahun ke depan kemungkinan akan semakin meningkat.

Hal tersebut mengingat dari total tambahan kapasitas pembangkit sekitar 56,4 GW yang direncanakan dalam RUPTL 2019-2028, sekitar 27,06 GW atau 48 % di antaranya adalah PLTU. 

Data menunjukkan tahun 2019 realisasi kebutuhan batu bara untuk PLTU yang dioperasikan PLN sekitar 97,72 metrik ton.

Jika mengacu pada RUPTL 2019-2028, kebutuhan batu bara PLN diproyeksikan terus meningkat dan menjadi sekitar 152,63 juta metrik ton pada 2028. 

Kebutuhan batu bara untuk kelistrikan nasional tentu lebih besar dari nilai tersebut jika mengingat PLTU tidak hanya dioperasikan PLN tetapi juga pembangkit listrik non-PLN atau independent power producer (IPP).

Baca Juga: Transformasi Digital Asset Management Group Petrosea

Kebijakan Harga Terbitnya Kepmen ESDM No 261 K/30/MEM/2019 tentang Pemenuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2020 menegaskan bahwa batu bara memiliki peran penting tidak hanya bagi keberlanjutan pasokan listrik tetapi juga harga jual listrik di dalam negeri.