Indonesia Simpan 40% Cadangan EBT di Dunia

Indonesia Simpan 40% Cadangan EBT di Dunia

Indonesia Simpan 40% Cadangan EBT di Dunia
Indonesia Simpan 40% Cadangan EBT di Dunia

Indonesia juga memiliki tanah yang subur sehingga mendukung berbagai tanaman komersil untuk bisa tumbuh dengan baik di negara beriklim tropis ini.

Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Indonesia merupakan penghasil utama komoditas seperti kopi, karet, kayu, minyak kelapa sawit, dan kakao ke pasar dunia.

Indonesia juga dikenal sebagai penghasil bahan konsumsi seperti teh, gula, kopra, rempah-rempah, dan tembakau.

Meskipun begitu, Negeri Maritim yang melimpah dari berbagai sumber daya ini masih minim pengembangan energi terbarukan.

Hanya 8% presentasi penggunaan teknologi energi terbarukan, dan 92% sisanya masih menggunakan energi fosil.

Energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara ini bisa menimbulkan beberapa dampak buruk yang serius seperti merusak lingkungan, memperparah krisis iklim, serta membebani anggaran belanja negara.

Makna teknologi energi terbarukan adalah teknologi yang memungkinkan sumber energi untuk bisa dipulihkan kembali secara alami dan prosesnya berkelanjutkan.

Teknologi energi terbarukan biasanya memanfaatkan tenaga surya, angin, panas bumi, arus air, dan biomassa.

Teknologi ini merupakan upaya yang dibuat untuk mengimbangi pengembangan energi berbabahan bakar nuklir dan fosil.

Baca Juga: Kebijakan CSR Petrosea

Jika dikembangkan semaksimal mungkin, besarnya energi terbarukan yang dimiliki Indonesia tentunya akan berdampak besar bagi perikliman dunia kedepannya.

Sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, air, panas bumi, arus laut dan lain-lain di Indonesia bisa meraih sampai 442 GW.