Indonesia Siap Pasok Tambang Batu Bara Kepada India

Cuaca yang tidak menentu serta hujan lebat telah banyak menghambat produksi di beberapa tambang batu bara India. Musim hujan tahun ini lebih lama daripada perkiraan sebelumnya dan intensitas hujan di India tercatat berada 10% di atas rata-rata. Tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Efeknya adalah salah satu tambang batu bara milik Coal India Ltd diterjang banjir. Akibat jebolnya tanggul sungai akibat hujan deras melanda India beberapa pekan lalu.

Coal India Ltd menaksir kerugian yang sangat besar akibat banjir. Produksi tambang batu bara ini terancam akan mogok karena dapat menyebabkan beberapa pembangkit listrik di

Baca Juga : Pekerjaan Rumah Menteri ESDM yang Baru

India bagian timur dan sibuk mencari bahan bakar. Banjir terjadi di tambang Dipka yang menghasilkan lebih dari 30 juta ton batubara termal per tahun. Sejauh ini, tambang tersebut merupakan pemasok batu bara ke beberapa utilitas pembangkit listrik termasuk pabrik Sipat NTPC Ltd di negara bagian Chhattisgarh dan utilitas yang dikelola pemerintah di negara bagian Maharashtra sebelah barat.

Dari informasi yang di dapat, India sedang mengurangi impor batubara dikarenakan mereka optimis, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan energi India. Akibat pengurangan kuota impor tersebut, Impor batubara India dari Indonesia dilaporkan merosot dari 10.1 juta ton pada April 2019 menjadi hanya 5.1 juta ton pada Juli 2019.

Namun, akibat bencana banjir yang menerjang salah satu tambang batu bara terbesar di India baru-baru ini. Nampaknya India akan menaikkan lagi kuota impor batu baranya, mengingat Coal India Ltd merupakan tambang terbesar untuk pemasok batu bara. Ketika salah satu tambang milik Coal India Ltd mogok produksi maka pasokan batubara india akan sedikit terguncang.

Akibat banjir ini. India harus memutar otak dan menentukan langkah salah satunya dengan penambahan kuota impor batu bara demi kebutuhan energi dalam negeri. India melakukan impor batubara termal untuk keperluan pembangkit listrik, salah satunya dari Indonesia, Afrika Selatan, dan AS.