Indonesia Setop Ekspor Nikel, Harga Nikel Dunia Naik

Harga nikel naik pada Selasa karena produsen utama Indonesia mengatakan akan menghentikan sementara ekspor bijih jelang larangan yang akan berlaku tahun depan.

Nikel benchmark di London Metal Exchange (LME) naik 0,2% menjadi $ 16.675 per ton pada 12:05 GMT.

Baca juga artikel terkait Indonesia Setop Ekspor Nikel, Harga Nikel Dunia Naik: Proses Pengolahan Nikel di Tambang Terbesar RI

Dengan logam yang digunakan dalam baja tahan karat naik lebih dari 50% tahun ini dan para pedagang sudah memperhitungkan anjak akhir ekspor Indonesia dan lemahnya permintaan dari industri baja China kemungkinan akan menyebabkan nikel turun menjadi sekitar $ 15.000 pada akhir tahun depan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa Indonesia untuk sementara waktu menghentikan ekspor bijih nikel karena pihak berwenang menyelidiki “pelanggaran besar-besaran” terhadap peraturan ekspor. Ia melanjutkan pengiriman telah melonjak sejak pemerintah mengumumkan pada bulan September bahwa mereka akan meneruskan larangan ekspor bijih ke Januari 2020 dari 2022.

Kondisi ini dikhawatirkan bakal merusak lingkungan. “Penyetopannya tetap 1 Januari 2020, tidak berubah. Tapi ini karena tiba-tiba ada lonjakan luar biasa sampai 3 kali target,” ungkap luhut di Kantornya, Selasa, (29/7/2019).

Tak tanggung-tanggung, pemerintah juga bakal menggandeng KPK dan bea cukai untuk mengawasi evaluasi ekspor dalam beberapa hari ke depan. Saat ini pemerintah tengah meneliti perusahaan-perusahaan tambang yang terindikasi melakukan pelanggaran. Untuk perusahaan yang miliki smelter, akan dikunjungi oleh Kementerian ESDM dan KPK untuk dicek.