Indonesia Primadona Industri Baterai Kendaraan Bermotor

Indonesia menjadi primadona baru bagi industri baterai kendaraan bermotor, sebab memiliki cadangan nikel yang melimpah.

Gencarnya dunia berpacu dalam inovasi menciptkan otomotif ramah lingkungan bertenaga listrik membawa banyak keuntungan bagi Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan Indonesia merupakan salah satu destinasi utama untuk investasi baterai lithium.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari sumber daya ore nikel yang melimpah sebagai material utama pembuatan baterai lithium.

Pemerintah Indonesia terus berupaya menarik investasi untuk bisa mengembangkan berbagai industri di tanah air. Salah satu industri yang kini sedang dikembangkan adalah pabrik baterai kendaraan listrik melalui pabrik baterai di Morowali, Sulawesi Tengah, karena Indonesia adalah magnet untuk industri baterai.

“Total cadangan ore nikel di dunia itu 25 persen ada di Indonesia. 80 persen material lithium baterai, itu ada pada nikel,” katanya Senin (27/1/2020) memberikan sambutan peluncuran GrabCar Elektrik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Indonesia-Primadona-Industri-Baterai-Kendaraan-Bermotor
Indonesia Primadona Industri Baterai Kendaraan Bermotor

Dia pun menyatakan setuju kalau ekspor ore-nikel dihentikan demi memperkuat industri Indonesia. Dia menekankan nikel yang sudah diolah di Indonesia akan lebih menguntungkan ketika di ekspor.

Baca Juga : Corona Sebabkan Harga Minyak Anjlok

“Bayangkan kalau kemudian ini kita perkuat, maka dunia akan bergabung ke kita dan bergantung pada energi ini. Masalahnya kita maunya membangun ekonomi jangka pendek terus, itu tidak bagus,” katanya.

Bahlil memperkirakan pertumbuhan ekspor di bidang Sumber Daya Alam akan terus meningkat, terutama nikel.

“Ini adalah momentum awal ekonomi bangsa kita terutama ore nikel. Saya lihat ke depan pertumbuhan ekonomi dalam konteks ekspor SDA akan semakin baik,” ujar Bahlil.

Bila dikaitkan dengan sejumlah pabrik otomotif di Indonesia, sudah ada beberapa pabrik yang menyatakan siap memproduksi mobil listrik.

Sebut saja DFSK mengakui pabriknya siap memproduksi mobil listrik, dan Hyundai yang akan membangun pabrik di Indonesia juga siap untuk memproduksi mobil listrik.