Indonesia Pamer Teknologi Co-firing Biomassa

Indonesia Pamer Teknologi Co-firing Biomassa

Indonesia Pamer Teknologi Co-firing Biomassa
Indonesia Pamer Teknologi Co-firing Biomassa

Indonesia unjuk gigi dalam inovasi penciptaan biomassa untuk mengimbangi penggunaan energi fosil.

Juga sebagai upaya guna mendorong pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

Pemerintah berupaya mendorong pemanfaatan co-firing biomassa sebagai subtitusi batu bara pada pembangkit listrik.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misna, mewakili Direktur Jenderal EBTKE pada pertemuan internasional 11th Clean Energy Ministerial (CEM11).

“Kami mendorong co-firing biomass pada pembangkit listrik tenaga batu bara dengan harapan bisa memenuhi target tambahan bauran energi sebesar 1-3 persen pada tahun 2025. Serta, berkomitmen melanjutkan penggunaan B30 dan akan terus megembangkan biodiesel pencampur yang lebih tinggi dalam waktu dekat yakni uji coba B40,” ujar Feby.

Dalam skema co-firing ini, lanjut Feby, pengembangan biomassa yang akan dioptimalkan potensi pemanfaatanya adalah pelet biomassa yang bersumber dari segala jenis sampah organik dengan harapan akan meningkatkan kemandirian energi nasional serta mengoptimalkan potensi pembangkit listrik tenaga biomassa yang sampai saat ini baru mencapai kurang dari 1,9 GW dari total potensi sekitar 32 GW.

Baca Juga: Indika Energy Suntik Masmindo USD15 Juta

“Sekitar 114 PLTU sudah melakukan co-firing test dengan menggunakan biomass pellet serta RDF hingga 10 persen, bergantung pada teknologi boiler. Kami berharap pada tahun 2021 kami dapat mulai menerapkan co-firing di PLTU batubara secara berkelanjutan,” katanya.