Indonesia Miliki 25 Persen Cadangan Nikel Dunia

Must read

Indonesia Miliki 25 Persen Cadangan Nikel Dunia
Indonesia Miliki 25 Persen Cadangan Nikel Dunia

Presiden Jokowi menuturkan, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia karena sebanyak 25 persen cadangan dunia yang kurang lebih berjumlah 21 juta ton, ada di Indonesia.

Hal ini membuat pemerintah fokus untuk mengembangkan industri hilir komoditas bijih nikel.

Setelah mengakuisisi saham PT Vale Indonesia oleh Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau Inalum, Portofolio kepemilikan cadangan nikel di holding BUMN itu bertambah dan menjadi pemegang cadangan nikel terbesar di Indonesia.

Rincian cadangan nikel yang dimiliki MID ID adalah sebesar 736,7 ribu ton ada di tambang PT Aneka Tambang (Antam), di Kolaka, di Tambang Maluku Utara ada 2,7 juta ton, di tambang GAG ada 768,8 ribu ton, di Konawe Utara ada 276,6 ribu ton, di Pomalaa milik Vale ada cadangan sebesar 2,8 juta ton, serta di Sorowako ada 1,8 juta ton.

Dengan modal cadangan nikel yang sangat besar, Indonesia berpotensi mengembangkan industri nikel menjadi baterai litium yang digunakan untuk ponsel dan mobil listrik.  

Penciptaan sektor-sektor ekonomi baru dari rantai hulu ke hilir industri bijih nikel diyakini Presiden Jokowi akan menimbulkan banyak lapangan kerja.

Jika berhasil menjadi produsen baterai lithium, Indonesia akan menjadi pemain penting dalam rantai industri mobil listrik dunia.

Baca Juga: Harga Nikel Bisa Tembus US$ 20.000/Ton

Jokowi juga menuturkan, Indonesia mesti memasuki fase baru untuk menggunakan baterai lithium sebagai komponen utama kendaraan listrik pada masa depan.

Dengan potensi cadangan nikel yang sangat besar, amat penting bagi holding untuk melakukan hilirisasi dan tidak hanya menambang kemudian langsung diekspor dalam bentuk mentah.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article