Indonesia Defisit Energi di 2021

Indonesia Defisit Energi di 2021? Begitu sebuah pernyataan seorang Ekonom Senior, Fasial Basri memperkirakan nasib energi di Tanah Air pada tahun 2021.

Indonesia Defisit Energi di 2021

Bahkan menurut ekonom kawakan tersebut hingga tahun 2040, potensi Indonesia defisit energi diperkirakan akan menggembosi anggaran belanja hingga USD 80 miliar.

“Di 2021, energi kita sudah defisit. 2040 defisitnya potensi mencapai 80 miliar USD. Jadi omong kosong 2045 emas,” kata dia dalam diskusi di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin

Defisit tersebut bertolak belakang. Padahal konsumsi energi Indonesia terbesar di antara negara berkembang dengan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Tahun lalu, pertumbuhan konsumsi energi Indonesia sekitar 4,9 persen dengan pertumbuhan penduduk masih di atas 1 persen.

“Bagi negara yang pertumbuhan ekonominya relatif tinggi, konsumsi energinya juga tinggi, Indonesia salah satu dari sedikit negara yang konsumsi energinya naik kencang. Kebutuhan energi kita akan luar biasa dibanding negara lain dunia,” kata dia.

Baca Juga: Indonesia Akan Alami Krisis Energi

Di sisi lain produksi energi, ditopang terutama oleh minyak dan gas (migas), yang turun secara konsisten. Dalam waktu 7 sampai 8 tahun akan habis jika tidak ada penemuan baru.

“Cadangan kita turun terus dari waktu ke waktu. Kita satu satunya negara produsen minyak yang konsisten turun. Gas juga turun. Tahun lalu turun hampir 50 persen cadangan gas itu,” kata dia.

Meski begitu, neraca energi Indonesia masih surplus karena ditolong batu bara.

Tahun lalu, ekspor batu bara mencapai USD 20,6 miliar, sehingga transaksi energi secara keseluruhan masih surplus USD 8,2 miliar. Hanya saja secara sumber daya masih minim.

“Natu bara kita eksportir terbesar kedua di dunia. tapi resources kita sangat kecil. Kita eksportir kedua terbesar setelah Australia padahal cadangan kita sedikit. Sekalipun energi terbarukan tidak berarti volume minyaknya turun,” tandas dia.