Indonesia Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton

Indonesia Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton

Indonesia Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton
Indonesia Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton

Kebutuhan batu bara RI diproyeksikan akan terus tumbuh. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan batu bara dalam negeri pada 2021 ditaksir mencapai 172 juta ton.

Angka ini akan terus naik hingga pada 2024 yang diproyeksikan mencapai 277 juta ton.

“Proyeksi kebutuhan batu bara dalam negeri terus meningkat dan diperkirakan 277 juta ton pada 2024,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Produksi, ekspor dan DMO, pemerintah terus mendorong pemanfaatan batu bara untuk kepentingan nasional.

Pada tahun 2020, pemanfaatan batu bara domestik ditargetkan mencapai 155 juta ton atau 28,2 persen dari target produksi sebesar 550 juta ton.

Angka ini meningkat 12,3 persen dari realisasi DMO tahun 2019 yang sebesar 138 juta ton dengan produksi 616 juta ton.

Sementara, pemanfaatan batu bara dalam negeri sampai dengan Oktober 2020 baru mencapai 109 juta ton dari produksi 459 juta ton.

Dalam rencana pemanfaatan batu bara domestik pada 2020, Arifin merinci, didominasi oleh konsumsi PLN sebesar 109 juta ton.

Industri pengolahan dan pemurnian sebesar 16,5 juta ton, industri pupuk sebesar 1,7 juta ton, industri semen 14,5 juta ton, dan tekstil sebesar 6,54 juta ton, serta industri kertas 6,64 juta ton.

Dari data yang dipaparkan, sumber daya dan cadangan batu bara di Indonesia berdasarkan data pada Desember 2019, sumber daya batu bara Indonesia sebesar 150 miliar ton dan cadangan 37,45 miliar ton.

Sebagian besar sumber daya batu bara 99,80 persen terdapat di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera.

Kualitas batu bara tersebut, 90 persen merupakan berkalori rendah dan sedang.

Baca Juga: Anak Usaha Indika Amandemen Syarat Obligasi

Bahkan, batu bara saat ini masih menjadi pasokan energi nasional. Karena itu, untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi.

Serta menjaga keberlangsungan pembangunan berkelanjutan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional.

“Di mana, memprioritaskan batu baru sebagai sumber energi, menjamin pasokan batu bara bagi kebutuhan dalam negeri, dan mendorong peningkatan nilai tambah batu bara,” kata dia.