Indonesia Bakal Diuntungkan Penambahan Import Batu Bara dari China

China konsumen batu bara terbesar dunia, diperkirakan akan ada penambahan import batu bara pada tahun ini. Sebagai importir utama komoditas tersebut, Indonesia pun bakal ketiban pulung dari situasi ini, ketimbang Australia. Tercatat pembelian batu bara asing oleh China dalam sembilan bulan pertama telah melaju lebih cepat dari tahun lalu hampir 10%.Situasi ini mengingatkan pada usaha China melawan perubahan iklim. Sebab negara tersebut menyumbang setengah dari produksi dan konsumsi bahan bakar planet ini. Beijing harus menyeimbangkan penyediaan panas dan listrik yang terjangkau bagi penduduknya, serta janjinya yang lebih luas membatasi emisi karbon.

Penambahan Import Batu Bara
Sudut Energi – Indonesia China

China sendiri secara teratur mencoba mengendalikan impor untuk membantu penambang dalam negeri dengan membatasi jumlah batu bara yang bersaing yang berasal dari luar negeri.

Zhai Yu

Namun, pertumbuhan ekonomi yang melambat pada tahun ini, sedangkan daya tarik batubara asing yang lebih murah, kemungkinan akan menjauhkan para pembuat kebijakan untuk mengulangi pembatasan impor pada 2018. Zhai Yu, konsultan senior di Wood Mackenzie Ltd. mengatakan, ekonomi yang melambat akibat perang dagang memaksa perusahaan-perusahaan di China untuk menghemat anggaran. Kemudian, rencana China untuk menurunkan harga listrik bagi pengguna industri dan komersial sebesar 10% tahun ini, menambah dorongan ekstra untuk mencari bahan bakar lebih murah.

Baca juga artikel terkait Penambahan Import Batu Bara:

  1. Strategi Perusahaan Batu Bara dalam Meningkatkan Pendapatan
  2. Potensi Menjanjikan Dari Batu Bara di Indonesia

Sementara itu, China telah menghentikan beberapa kargo batu bara di pelabuhan utama di musim panas setelah impor melampaui level 2018. Batu bara Australia menjadi sasaran perlambatan kelonggaran bea cukai yang oleh beberapa pengamat dikaitkan dengan ketegangan politik dengan Canberra. Namun, hanya dua bulan lagi sebelum tahun ini berakhir, prospek ketatnya tindakan keras China terhadap pembelian di luar negeri memudar dengan cepat. Menurut Zhai, biasanya diperlukan waktu untuk menyelesaikan pembelian batu bara dari penandatanganan kontrak hingga pengiriman. Alhasil, perusahaan-perusahaan akan sudah menandatangani kesepakatan pengiriman batu bara ke luar negeri pada November dan Desember. Bahkan penghentian impor pada 2018 memungkinkan keringanan bagi perusahaan yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk memastikan pasokan daya yang cukup untuk pemanasan musim dingin.

Analis Zeng terkait Penambahan Import Batu Bara

Analis Zeng mengatakan, ketika China mungkin belum menghentikan bea cukai di pelabuhan-pelabuhan, saat impor telah meningkat secara signifikan, pembatasan-pembatasan itu tampaknya tidak seketat tahun lalu. “Pemberitahuan adanya pembatasan mungkin akan disampaikan secara verbal alih-alih secara tertulis, yang dapat menambah ketidakpastian.” katanya.