Indonesia Akan Lelang 10 Blok Migas di 2021

Indonesia Akan Lelang 10 Blok Migas di 2021
Indonesia Akan Lelang 10 Blok Migas di 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana di 2021 akan melelang 10 wilayah kerja ( blok ) minyak dan gas bumi ( migas ). 

Melalui pelelangan blok ini, diharapkan bisa menarik investasi dari luar.

Pelelangan Blok Migas ini sudah dikoordinasikan dengan tim yang telah berkompetensi. 

Di antaranya, melibatkan Badan Geologi, para ahli, dan juga perusahaan migas yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

10 blok migas yang akan ditawarkan pada tahun ini rencananya akan dilelang pada 2020, namun batal karena adanya pandemi Covid-19. 10 blok ini akan dilelang secara bertahap. 

Pemerintah memberikan fleksibilitas penggunaan skema kontrak untuk blok migas yang akan ditawarkan ini, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Peraturan tersebut menjelaskan, kontraktor blok migas diperbolehkan memilih akan menggunakan skema kontrak bagi hasil (PSC) dari pendapatan kotor (Gross Split) atau PSC dengan biaya yang dikembalikan pemerintah (Cost Recovery).

Di 2021 ada 10 penawaran WK, yang akan ditawarkan secara bertahap. Bentuk kontraknya akan fleksibel.

Lebih lanjut pelelangan 10 blok migas ini terdiri dari 5 blok akan masuk ke dalam kategori lelang reguler dan 5 blok migas lainnya melalui penawaran langsung karena hasil dari studi bersama.

Baca Juga: Saham ANTM Amblas Akibat Gugatan Ganti Rugi

Lima blok migas yang masuk ke dalam lelang reguler, antara lain:

  1. WK Merangin III, Sumatera Selatan
  2. WK Sekayu, Sumatera Selatan (onshore)
  3. WK North Kangean, Jawa Timur (offshore)
  4. WK Cendrawasih VIII, Papua (offshore)
  5. WK Mamberamo, Papua (onshore dan offshore)

Lima blok migas melalui penawaran langsung dari hasil studi bersama, antara lain:

  1. WK West Palmerah, Sumatera Selatan dan Jambi (onshore)
  2. WK Rangkas, Jawa Barat dan Banten (onshore)
  3. WK Liman, Jawa Timur (onshore)
  4. WK Bose, NTT (onshore dan offshore)
  5. WK Maratua II, Kalimantan Utara (onshore dan offshore)

Ditargetkan blok migas tersebut bisa ditawarkan pada kuartal I atau kuartal II 2021. 

Selain itu, diharapkan juga nantinya dengan dirilisnya regulasi tersebut akan mendorong minat dari para investor meskipun di masa pandemi.