Inalum Tunda Enam Proyek BUMN Pertambangan

Inalum Tunda Enam Proyek BUMN Pertambangan

Inalum Tunda Enam Proyek BUMN Pertambangan
Inalum Tunda Enam Proyek BUMN Pertambangan

PT. Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum terpaksa menunda enam proyek BUMN pertambangan.

Itu lantaran mobilitas peralatan terhambat akibat pandemi corona.

Pembangunan proyek besar yang dikerjakan holding BUMN pertambangan, MIND ID, tidak mungkin dilanjutkan dalam kondisi pandemi. 

Keenam proyek tersebut di antaranya fasilitas pengolahan dan pemurnian smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah dengan nilai investasi sebesar US$ 841 juta serta berkapasitas 1.000 Ktpa alumunia.

Proses pembangunan proyek tersebut telah memasuki tahapan early work (pematangan lahan) dan penyelesaian engineering design.

Selain itu, ada proyek pengembangan tungku reduksi smelter dan refinery alumina.

Proyek itu membutuhkan nilai investasi sebesar US$ 107,7 juta dengan penambahan kapasitas produksi hingga 30 Ktpa aluminium. 

Berikutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Proyek ini berkapasitas 2 x 621,72 MW dengan investasi mencapai US$ 1,68 miliar.

Proyek itu dikerjakan oleh PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) yang bermitra dengan China Huadian Corporation. 

Kemudian, proyek smelter feronikel (FeNi) oleh Antam yang membutuhkan nilai investasi sebesar US$ 289 juta.

Padahal, konstruksinya telah mencapai 97,98%. Namun, smelter berkapasitas 13.500 ton Ni itu ditunda karena pasokan listrik terganggu. 

Selanjutnya, proyek smelter tin ausmelt di Bangka Barat yang memiliki kapasitas 40.000 ton crude tin dengan nilai investasi US$ 80 juta.

Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada tahun depan. Pengerjaan Engineering Procurement and Construction (EPC) direncanakan bakal berlanjut pada Oktober 2020. 

Juga proyek smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) milik PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Smelter yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIPEE) Gresik itu memiliki nilai investasi sebesar US$ 3 miliar.

Baca Juga: Kredit Sektor Tambang Tumbuh Dua Digit

Kapasitas smelter tersebut mencapai 2 juta ton per tahun (konsentrat tembaga) dan kapasitas PMR 6000 ton/tahun (lumpur anoda).

Pembangunan proyek tersebut telah memasuki tahapan pematangan lahan.

Sedangkan kemajuan pembangunan fisik sampai akhir Mei 2020 mencapai 5,86%.

“Kami mengajukan permohonan delay karena pandemi corona,” katanya.