IHSG Melemah 0,66%, Saham Agrikutural dan Tambang Merah

Pada perdagangan di BEI hari ini, terdapat sebanyak 12,54 miliar saham yang ditransaksikan senilai Rp 7,76 triliun. Sebanyak 121 saham ditutup menguat, 285 saham terkroeksi, dan 137 saham  stagnan. 

Koreksi IHSG pada hari ini  sejalan dengan bursa-bursa unggulan di kawasan Asia yang juga ditutup di zona merah. Nikkei 225 Index hari ini turun 0,45%, Hang Seng Index terkoreksi 0,39%, Shanghai Composite Index lesu 0,54%, dan Strait Times Index lebih rendah 0,41%.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini, Rabu (15/1), ditutup melemah 0,66% ke level 6.283,36.  Hampir seluruh sektor mengalami koreksi, dengan penurunan paling tajam pada saham-saham di sektor agrikultur dan pertambangan.

Investor asing  mencatatkan transaksi jual bersih Rp 16,46 miliar di pasar reguler. Sementara di pasar negosiasi dan tunai, asing melakukan beli bersih Rp 95,7 miliar. Dengan demikian, asing secara keseluruhan mencatatkan beli bersih Rp 79.24 miliar. 

Baca Juga : Kapasitas EBT Capai 10.843 MW

Hampir seluruh sektor saham terkoreksi dengan penurunan paling tajam pada indeks saham sektor agrikultur yang mencapai 2,94%. Emiten pada sektor itu yang mengalami penurunan harga saham. Antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk atau AALI sebesar 5,11% menjadi Rp 12.525.

Kemudian PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dan PT Eagle High Plantations Tbk atau BWPT yang juga mengalami penurunan harga saham masing-masing 4,24% dan 5,26% menjadi Rp 790 dan Rp 144.  

Koreksi yang cukup signifikan juga terjadi pada saham-saham di sektor tambang dan infrastruktur. Keduanya turun masing-masing  1,78% dan 1,70%.

Emiten sektor tambang yang mengalami penurunan harga saham. Antara lain PT Adaro Energy Tbk atau ADRO sebesar 5,45% menjadi Rp 1.475. Sementara di sektor infrastruktur, emiten berkapitalisasi besar yang harga sahamnya terkoreksi yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau TLKM sebesar 1,77% menjadi Rp 3.880 per saham.