IHSG Ambles, Saham-saham Tambang Ikut Ambrol

Kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) turut ambles diikuti keruntuhan saham-saham emiten pertambangan yang tergabung dalam indeks Jakmine. Indeks Jakmine tercatat mencapai titik terendah sejak Juli 2017 dan diperkirakan terus melemah dalam jangka panjang.

IHSG-Ambles-Saham-saham-Tambang-Ikut-Ambrol
IHSG Ambles, Saham-saham Tambang Ikut Ambrol

Indeks Jakmine turun seiring penurunan harga saham-saham pertambangan batu bara. Penurunan indeks Jakmie agak sedikit tertahan berkat penguatan saham-saham pertambangan emas.

Kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) turut diikuti keruntuhan saham-saham emiten pertambangan yang tergabung dalam indeks Jakmine. Indeks Jakmine tercatat mencapai titik terendah sejak Juli 2017 dan diperkirakan terus melemah dalam jangka panjang.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan har ini, Kamis (27/2/2020), indeks Jakmine terkoreksi 2,43 persen atau 34,05 poin sehingga parkir di level 1.368,72.

Sepanjang tahun berjalan 2020, indeks Jakmine telah tekoreksi 11,62 persen. Indeks Jakmine terdiri dari 47 emiten yang bergerak di bidang pertambangan mulai dari batu bara, logam, serta minyak dan gas.

Lima emiten dengan bobot terbesar untuk indeks Jakmine terdiri dari PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN) 16,68 persen, PT. Adaro Energy Tbk. (ADRO) 12,27 persen, PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) 9,8 persen, PT. Bukit Asam Tbk. (PTBA) 8,68 persen, dan PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) 8,57 persen.

Pada penutupan perdagangan, saham yang menjadi penekan laju indeks Jakmine dengan koreksi harga terdalam yaitu PT Alfa Energi Investama Tbk. (FIRE) -14,55 persen. Kemudian disusul INCO -8,71 persen, PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) -7,92 persen, PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) -7,89 persen, dan PT Garuda Tujuh Buana Tbk. (GTBO) -7,41 persen.

Baca Juga : Petrosea Bakal Tambah Saham di Proyek Emas

Adapun, saham-saham yang menjadi penopang laju indeks Jakmine dengan penguatan harga yakni MDKA sebesar 3,82 persen dan PT. Resource Alam Indonesia Tbk. (KKGI) sebesar 3,13 persen.