IEA: Investasi Migas – Batu Bara Sebaiknya Disetop

Must read

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyarankan agar  dilakukan perubahan radikal dengan mengakhiri investasi di tambang batu bara baru, sumur minyak, dan juga gas bumi, sehingga mencapai target bebas karbon  atau emisi nol bersih (net zero emissions) pada 2050. 

Mengacu pada perjanjian Paris pada 2015 lalu, kenaikan suhu global dibatasi 1,5 derajat Celcius. Adapun jumlah negara yang sepakat untuk mencapai emisi nol tersebut semakin bertambah.

Kendati komitmen ini dilakukan, diprediksi masih akan ada 22 miliar ton karbon dioksida (CO2) di seluruh dunia pada tahun 2050. Hal ini akan menyebabkan kenaikan suhu sekitar 2,1 derajat Celcius pada tahun 2100 mendatang.

Keadaan ini diperoleh dari data IEA tentang emisi nol di 2050. Laporan ini ditujukan sebagai bahan diskusi iklim global yang akan digelar pada November mendatang di Skotlandia.

IEA telah menetapkan lebih dari 400 titik penting (milestone) untuk mencapai emisi nol tersebut, termasuk tidak ada lagi investasi untuk proyek bahan bakar fosil baru mulai sekarang, dan juga tidak ada lagi investasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tidak memiliki teknologi carbon capture.

“Jika kita ingin mencapai net zero (emisi) pada tahun 2050, kita tidak memerlukan investasi lagi dalam proyek minyak, gas, dan batu bara baru,” tulis laporan IEA tersebut.

Sebelumnya, para ilmuwan sudah lama menyampaikan jika perlu adanya perubahan cara orang dalam memanfaatkan energi untuk memenuhi kehidupan demi mencegah perubahan cuaca yang lebih ekstrem dan hilangnya spesies.

Baca Juga : IEA Prediksi Permintaan Batu Bara Global Pulih pada 2021

Catatan tahun lalu menunjukkan suhu global paling tertinggi. Para ilmuwan menghubungkan kenaikan suhu dan cuaca ekstrim ini karena efek gas rumah kaca, termasuk di dalamnya karena CO2 yang berasal dari batu bara, minyak, dan gas.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article