Hilirisasi Tembaga dan Emas Menunggu Waktu

Hilirisasi Tembaga dan Emas Menunggu Waktu

Hilirisasi-Tembaga-dan-Emas-Menunggu-Waktu
Hilirisasi Tembaga dan Emas Menunggu Waktu

Optimisme Indonesia meningkatkan nilai tambah pertambangan terus diupayakan.

Pengelolaan berkelanjutan dari hasil tambang dinilai akan membawa keuntungan lebih bagi perekonomian Indonesia 

Indonesia baru saja menyelesaikan sebuah kesepakatan bisnis raksasa senilai 2,8 miliar AS atau setara Rp. 41,7 triliun untuk membangun industri gasitifikasi batubara menjadi methanol ditandatangi dari tempat terpisah, New York dan Jakarta.

Bakrie Capital Indonesia, Ithaca Resources, dan Air Products dari Amerika Serikat, sepakat untuk melakukan proses pengolahan batubara menjadi methanol (coal to methanol).

Ini menjadi hilirasi batubara pertama di Indonesia yang dilakukan oleh investor lokal beraliansi strategis dengan pemain kelas dunia dibidang gasitifikasi batubara.

Nantinya gasitifikasi batubara itu akan menghasilkan 2 juta ton methanol per tahun. Jumlah produksi methanol sebesar itu memang belum signifikan untuk mensubsitusi kebutuhan BBM nasional yang besarannya lebih besar dari yang dihasilkan perusahan tersebut. Miinimal langkah itu sebagai tanda dimulainya hilirasi batubara.

Proyek gasitifasi batubara ke methanol yang dilakukan Bakrie, Ithaca dan Air Product merupakan implementasi dari keinginan dan harapan Presiden Jokowi untuk meningkatkan nilai tambah tambang melalui program hilirisasi.

Bukan saja meningkatkan nilai tambah, tapi juga membantu pemerintah mengurangi defisit neraca transaksi berjalan akibat tingginya impor dan kebutuhan mata uang dollar AS.

Hilirasi mineral merupakan amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. UU tersebut sudah mengatur larangan ekspor mineral mentah termasuk nikel.

Baca Juga: PTRO Raih Indonesia Digital Innovation Award 2020

Dalam Pasal 103 diatur bahwa para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi memang wajib mengolah dan memurnikan hasil tambang mereka di dalam negeri.