Hilirisasi Batu Bara Berpotensi Naikan Nilai Ekonomi Negara

0
5
Hilirisasi Batu Bara Berpotensi Naikan Nilai Ekonomi Negara
Hilirisasi Batu Bara Berpotensi Naikan Nilai Ekonomi Negara

Hilirisasi Batu bara memiliki potensi menaikan nilai ekonomi Indonesia hingga US$2,1 miliar. Dengan hilirisasi batu bara dengan Dimethyl Ether (DME) menjadi bahan substitusi pengganti liquefied petroleum (LPG), Indonesia mampu menghemat neraca perdagangan negara.

Potensi pertambahan nilai ekonomi Indonesia lewat hilirisasi batu baru setara dengan Rp.29,9 triliun. Adanya hilirisasi ini juga membuat Indonesia mampu menghemat neraca perdagangan hingga RP.5,5 triliun pertahun.

Keuntungan lainnya adalah penyerapan tenaga kerja. Pada tahap konstruksi terdapat tenaga kerja sejumlah 10.570 orang, dan pada tahap pengoperasiannya sebanyak 7.976 orang yang telah diberdayakan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara, Hendra Sinadia mengatakan jika pemerintah dapat menghemat cadangan devisa negara hingga Rp.9,71 triliun per tahunnya. Serta meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor LPG.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko menargetkan produksi DME pada 2045 mencapai 6,15 juta ton secara bertahap. Salah satu produk turunan hilirisasi batu bara yaitu Metanol, ditargetkan akan diproduksi sebanyak 14,3 juta ton pada tahun 2014.

Baca Juga : Melihat Faktor Di Balik Kenaikan Harga Batu Bara

Berbagai produk turunan hilirisasi batu bara dengan metode Liquefaction seperti diesel, bahan bakar jet, hingga naphatol. Tetapi dengan metode Gasifikasi batu bara dapat dimanfaatkan menjadi gasoline, amonia, pupuk urea hingga diesel.

Pemerintah Indonesia menyebutkan sumber daya batu bara Indonesia berada di peringkat keenam di dunia, dengan total 143,7 miliar ton. Jumlah tersebut dikatakan dapat digunakan hingga 65 tahun kedepan, dengan asumsi produksi 600 juta ton pertahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here