Harga Timah Anjlok Pada Dua Bulan Terakhir

Harga Timah Anjlok Pada Dua Bulan Terakhir

Harga-Timah-Anjlok-Pada-Dua-Bulan-Terakhir
Harga Timah Anjlok Pada Dua Bulan Terakhir

Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung, Supianto mengatakan, memang sejak dua bulan terakhir harga timah rakyat anjlok.

Hal serupa juga sedang dirasakan dunia.

“Bisa kita sebutkan memang ini dampak dari Covid-19, karena kalau kita lihat tren harga dunia semuanya beimbas pada anjlok karena pengaruh covid-19 itu memang, perkiraan dari harga dunia juga turun drastis,” ungkap Plt. Kepala Dinas ESDM Babel Supianto.

Dia menyebutkan, penurunan harga tersebut sangat signifikan.

Saat ini diperkirakan per satu kilogram timah, harganya hanya mencapai Rp 50 ribuan.

“Itu yang pasir ya, kalau dia metric saya harus lihat datanya terlebih dahulu harga dunianya. Tapi yang jelas memang harga timah saat ini merosot di dua bulan terakhir ini,” tuturnya

Dia juga menutrkan, dengan adanya dampak covid-19 tersebut ada beberapa perusahaan smelting yang terpakasa harus dirumahkan sementara.

“Jadi lebih ke faktor tenaga kerjanya, ada beberapa yang sudah dirumahkan, dan terlebih lagi memang harga timah kita yang memang anjlok tadi kan, tapi ini sifatnya sementara, hingga nanti sudah stabil,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Acuan Batu Bara Mulai Terpukul Corona

Sementara itu, untuk para penambang rakyat saat ini, kata Supianto, masih ada yang beraktivitas seperti biasa, ada pula yang sudah dirumahkan terlebih dahulu.

“Masih ada yang nambang, ada juga yang sudah memutuskan untuk istirahat, kalau kami mengacu kepada surat edaran mentri, dirjen. Memang yang memiliki IUP harus memenuhi protokok covid-19. Mereka harus menyiapkan skenario pencegahan covid itu misalnya,” katanya.