Harga Tembaga Naik Saat Produksi Global Menurun

Harga Tembaga Naik Saat Produksi Global Menurun

Harga Tembaga Naik Saat Produksi Global Menurun
Harga Tembaga Naik Saat Produksi Global Menurun

Pasar komoditas tembaga saat ini bergerak positif mendekati level US$7.000 per metrik ton.

Kondisi tersebut memberikan peluang penguatan lebih jauh amat terbuka seiring dengan penurunan pasokan global dan kebijakan-kebijakan akomodatif dari China.

Tercatat, harga tembaga pada pasar London Metal Exchange terpantau menguat 1,1 persen di posisi US$6.964 per metrik ton.

Catatan tersebut mendekati torehan harga tertinggi tembaga sebesar US$6.937,50 pada Juni 2018 lalu.

Sementara itu, harga tembaga untuk kontrak bulan Desember 2020  pada pasar Comex terpantau menguat 1,08 persen ke posisi US$318,20/lbs.

Kenaikan harga tembaga salah satunya disebabkan penutupan kegiatan operasional yang dilakukan oleh Lundin Mining Corp pada salah satu tambangnya di Candelaria, Chili.

Hal tersebut terjadi seiring dengan aksi mogok pekerja tambang yang menuntut kenaikan upah.

Penghentian operasi tambang tersebut akan berdampak pada total output tembaga yang dihasilkan.

Laporan dari International Copper Study Group menyatakan, jumlah produksi tembaga dunia diperkirakan akan kembali menurun pada tahun ini sekaligus melanjutkan tren negatif ini selama dua tahun beruntun.

Sementara itu, riset dari TD Securities menyebutkan, pergerakan positif harga tembaga disebabkan oleh turunnya pasokan komoditas ini akibat pandemi virus corona.

Hal tersebut juga ditambah dengan kekhawatiran pasar terhadap gangguan tambahan seiring dengan lonjakan kasus virus corona di seluruh dunia.

Baca Juga: Harga Batu Bara Diyakini Naik 5 Kali Lipat Berkat Hilirasi

Di sisi lain, reli nilai mata uang yuan ke posisi tertinggi sejak Juli 2018 lalu juga ikut memainkan peran terhadap kenaikan harga tembaga.

Penguatan mata uang yuan berdampak pada meningkatnya kemampuan pembelian komoditas di negara tersebut.