Harga Tembaga Mulai Merangkak Naik

Harga Tembaga Mulai Merangkak Naik

Harga Tembaga Mulai Merangkak Naik
Harga Tembaga Mulai Merangkak Naik

Harga tembaga seringkali dipandang sebagai penentu arah ekonomi global.

Namun nilainya jatuh pada akhir Maret ketika pandemi virus Corona menyebar ke seluruh dunia.

Harga tembaga naik cukup signifikan setelah harganya merosot di akhir Maret dan diyakini reli akan terus berlanjut.

Harga spot telah pulih dengan cepat dari US$ 2,1195 per pon di New York Mercantile Exchange pada 23 Maret menjadi US$ 2,9580 per pon pada hari Jumat.

Itu naik 5,87% untuk tahun ini dan 9% secara kuartal. Awalnya kondisi tersebut didukung oleh kenaikan tajam permintaan China.

Meskipun hal ini sangat kontras dengan penurunan rata-rata 5% pada harga saham untuk 4 penambang terdiversifikasi Big 4 (Anglo, BHP, Glencore, RIO).

Namun optimisme tetap kuat di sektor ini karena pemulihan ekonomi global, dipimpin oleh China.

Optimisme ini terkait dengan pemulihan di sektor otomotif dan peralatan, kekuatan berkelanjutan di pasar properti China, dan rekor penerbitan kredit satu bulan tertinggi kedua di China.

Dolar AS yang melemah dan ekspektasi inflasi global yang meningkat juga diperkirakan akan menopang harga tembaga di masa mendatang.

Tembaga tetap menjadi komoditas favorit dilihat dari permintaan yang ada.

Sedangkan Glencore dan BHP sebagai perusahaan yang berada pada posisi terbaik untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga tembaga.

Dalam menilai prospek pasokan, ahli strategi Bank of America mencatat bahwa pasokan tambang tembaga telah menurun, sementara pasokan olahan meningkat.

Oleh karena itu, terhadap hambatan produksi tambang yang sedang berlangsung, terdapat risiko keberlanjutan peningkatan produksi olahan global sebesar 2,5% pada Mei.

Baca Juga: Produksi Batu Bara Dapat Melanggar Aturan?

Ahli strategi BofA menyoroti bahwa pertumbuhan pasokan tambang dasar telah turun secara stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan produksi konsentrat tembaga pada tahun 2020 berada pada tingkat yang kurang lebih sama seperti pada tahun 2016.