Harga Tembaga Diramal Naik

Harga Tembaga Diramal Naik

Harga-Tembaga-Diramal-Naik
Harga Tembaga Diramal Naik

Reli harga tembaga diprediksi berlanjut seiring dengan pelonggaran kebijakan lockdown di beberapa negara. Hal ini dapat membatasi pelemahan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Harga tembaga telah menguat dalam empat perdagangan terakhir dan parkir di level US$5.274 per ton.

Terapresiasi hingga 1,46 persen pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Jumat (7/5/2020).

Level itu pun menjadi level tertinggi tembaga dalam sembilan pekan terakhir.

Untuk diketahui, pada medio Maret 2020 harga tembaga sempat runtuh di bawah US$5.000 per ton untuk pertama kalinya sejak 2016.

Penurunan itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi dunia diprediksi melambat. Sehingga harga logam yang kerap dijadikan patokan pertumbuhan ekonomi itu pun ikut terkoreksi.

Sepanjang tahun berjalan 2020 harga tembaga telah bergerak melemah 14,58 persen. Kinerja itu menjadi kinerja year to date terburuk kedua di antara logam dasar lainnya. Tepat di atas aluminium yang melemah 17,96 persen dan di bawah nikel yang terkoreksi 12,09 persen.

Baca Juga: Petrosea Dijadwalkan Melakukan Pembayaran Dividen Tunai Jumat Ini

Trader Shanghai Minghong Investment Management Co Jia Zheng mengatakan. Harga tembaga saat ini diuntungkan beberapa katalis positif yang mampu mendorong harga mengalami reli cukup baik dalam jangka pendek.