Harga Tembaga Cetak Rekor Tembus US$ 9 ribu/Ton

Harga Tembaga Cetak Rekor
Harga Tembaga Cetak Rekor

Harga tembaga cetak rekor dengan naik 3% di atas US$ 9 ribu per ton pada pembukaan perdagangan Senin, (22/2/2021). 

Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Peningkatan permintaan di tengah pemulihan pandemi Covid-19 membuat harga komoditas tambang itu naik. 

Kenaikannya pun seiring kenaikan harga nikel karena banyaknya proyek transisi energi dari fosil ke baru baru terbarukan (EBT). 

“Sentimen pasar saat ini sedang memanas untuk mengantisipasi siklus baru inflasi global,” Jia Zheng  analis Gold Trust Futures Co.

Jia menambahkan, Investor Negeri Panda yang baru kembali dari libur Tahun Baru Imlek sedang menunggu stimulus dari Amerika Serikat dan Eropa. 

“Pada dasarnya, permintaan Tiongkok telah melebihi ekspektasi karena pembatasan perjalanan (lockdown) meningkatkan konsumsi,” ujarnya.  

Perusahaan investasi Goldman Sachs Group Inc pada pekan lalu mengatakan, kembalinya Tiongkok dari istirahat selama seminggu telah memicu kenaikan harga komoditas.

Namun, pasar sedang menghadapi defisit terbesar dalam satu dekade terakhir dengan risiko kelangkaan yang tinggi dalam beberapa bulan mendatang.  

Tanda-tanda pengetatan telah muncul di bursa berjangka London Metal Exchange. Pola itu terkenal dengan istilah backwardation, ledakan permintaan di pasar spot yang melampaui pasokan karena persediaan yang menipis.  

Tekanan kurangnya pasokan juga terjadi karena pengurangan produksi di pabrik pemurnian atau smelter Tiongkok. Stok yang terlacak pada bursa berjangka Shanghai pun menunjukkan angka terendah dalams 1 dekade. 

Baca Juga: Harga Batu Bara Merosot 4% Minggu Ini

Pada perdagangan London Metal Exchange pagi tadi, tembaga naik ke US$ 9.110 per ton, setelah sempat mencapai US$ 9.187, angka tertinggi sejak 2011. Sedangkan nikel naik US$ 20 ribu per ton. 

Reli harga tembaga telah menjadi keuntungan bagi pemasoknya. Jiangxi Copper Co, produsen utama Tiongkok, naik 13% di bursa saham Hong Kong.

Angkanya merupakan tertinggi sejak 2013. Lalu, di Australia, OZ Minerals Ltd, harga sahamnya naik dua kali lipat selama 12 bulan terakhir.