Harga Tambang Global Bergejolak, Bagaimana HPE November?

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 86 tahun 2019, tertanggal 7 November 2019.

Fluktuasi harga internasional memengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode November 2019.

“HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk konsentrat besi, timbal, seng, ilmenite, rutil, dan nikel mengalami kenaikan. Sedangkan, konsentrat tembaga, mangan, dan bauksit mengalami penurunan,” katanya melalui rilis belum lama ini.

Baca juga artikel terkait Harga Tambang Global: China Disebut Sebagai Pengguna Batu Bara Tertinggi di Dunia

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dicuci.

Perbandingan Harga Tambang Global

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada November 2019 adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata US$76,99/WE atau naik 2,74%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata US$39,34/WE atau naik 2,74%.

Lalu, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$874,83/WE atau naik 2,87%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata US$589,93/WE atau naik 3,04%, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$45,97/WE atau naik 2,74%.

Selanjutnya, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata US$243,60/WE atau naik 3,47%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata US$961,04/WE atau naik 4,18%, dan nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata US$25,26/WE atau naik 1,63%.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata US$2.334,02/WE atau turun 0,80%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$224,53/WE atau turun 8,89%, dan bauksit yang telah dicuci (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata US$23,24/WE atau turun 1,63%.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata US$117,98/WE tidak mengalami perubahan.

Menurut Wisnu, penetapan HPE periode November 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.