Harga Patokan Cegah Bijih Nikel Dibeli Terlalu Murah

Harga Patokan Cegah Bijih Nikel Dibeli Terlalu Murah

Harga-Patokan-Cegah-Bijih-Nikel-Dibeli-Terlalu-Murah
Harga Patokan Cegah Bijih Nikel Dibeli Terlalu Murah

Untuk menciptakan tata niaga penjualan mineral dan batu bara yang adil dan kompetitif.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 11 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 07 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam Batubara.

Dalam Permen ESDM ini diatur kewajiban Pemegang IUP Operasi Produksi Mineral Logam dan IUPK Operasi Produksi Mineral Logam yang memproduksi bijih nikel, untuk mengacu pada Harga Patokan Mineral (HPM) Logam dalam melakukan penjualan bijih nikel yang diproduksi. Kewajiban untuk mengacu pada HPM Logam juga berlaku untuk penjualan bijih nikel yang diproduksi kepada afiliasinya. 

Segala ketentuan dan peraturan yang tertuang di dalam Permen ini mulai berlaku 30 hari sejak diundangkan. 

“Melalui Permen ini, kami ingin mendorong tumbuhnya pasar nikel domestik serta memastikan penjualan bijih nikel bisa sesuai dengan harga pasar. Sehingga pemilik IUP Operasi Produksi, khususnya nikel, terlindungi harga jualnya,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, dalam keterangan resmi, Jumat (24/4).

HPM Logam sendiri merupakan harga batas bawah dalam penghitungan kewajiban pembayaran iuran produksi bagi pemegang IUP Operasi Produksi Mineral Logam dan IUPK Operasi Produksi Mineral Logam; serta acuan harga penjualan bagi pemegang IUP Operasi Produksi Mineral Logam dan IUPK Operasi Produksi Mineral Logam untuk penjualan bijih nikel yang dihitung berdasarkan formula HPM dan mengacu kepada HMA yang diterbitkan oleh Menteri setiap bulannya.