Harga Nikel Terkoreksi dan Dibayangi Peningkatan Pasokan

Must read

Pasokan nikel diprediksi mengalami peningkatan dan harganya pun pelan-pelan terkoreksi. Hal ini terjadi karena sebelumnya harga nikel jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari dua pekan menyusul sikap investor yang mempertimbangkan potensi penambahan pasokan dari Filipina. 

Kendati demikian, diperkirakan peluang kenaikan harga komoditas ini memang masih cukup terbuka sepanjang tahun meski dibayangi sejumlah sentimen negatif yang dapat memicu koreksi signifikan. 

Berdasarkan data rilisan terbaru, harga nikel pada bursa Shanghai, China sempat terkoreksi hingga 2,2 persen ke US$16.010 per metrik ton. Catatan tersebut merupakan posisi terendah nikel sejak 1 April lalu. Sementara itu, harga nikel pada London Metal Exchange (LME) turun tipis 0,01 persen ke level US$16.363 per metrik ton. Secara year to date (ytd), harga komoditas ini telah terkoreksi sebesar 1,50 persen.

Adapun katalis negatif yang menyebabkan pergerakan harga nikel adalah dihapusnya moratorium untuk kontrak pertambangan nikel baru. Kebijakan ini disahkan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte guna menambah pemasukan negara. Penghapusan moratorium membuat para kontraktor-kontraktor yang tertarik dapat melakukan penambangan nikel di Filipina.

Kendati demikian, menurut Analis Antaike Information Development Co. Ltd., Chen Ruirui,  diangkatnya moratorium di Filipina tidak akan mempengaruhi pasokan nikel dunia secara signifikan. 

Baca Juga : Top! Harga Batu Bara Tembus US$ 90/Ton

“Nikel dari Filipina juga kurang menarik dibandingkan nikel produksi Indonesia, yang memiliki kualitas lebih baik dan rantai industri yang lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, koreksi harga yang tengah dialami menjadikan nikel sebagai salah satu komoditas dengan kinerja paling lemah sejauh ini. Ia menilai, salah satu sentimen utama yang mempengaruhi harga nikel saat ini adalah kekhawatiran China terhadap lonjakan harga komoditas. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article