Harga Nikel Naik Buat Investor Semangat Bangun Smelter

Must read

Harga komoditas tambang seperti nikel yang harganya tengah naik membuat sejumlah investor bergairah kembali dalam mengembangkan proyek hilir atau dalam hal ini pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Dalam keterangan resminya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengatakan, tren super siklus ini diperkirakan akan bertahan dalam waktu yang lama.

Ia turut menuturkan, ada beberapa perusahaan yang kembali aktif melakukan kegiatan di sektor hilir, mulai dari proses penetapan lokasi smelter dan perizinan.

“Ada beberapa perusahaan melakukan kegiatan, baik proses penempatan lokasi smelter, perizinan. Kalau pembangunan, ada beberapa perusahaan yang sudah melakukan kegiatan pembangunan pabrik,” ungkap Meidy.

Ia menilai, ke depannya peningkatan di sektor hilir akan diikuti dengan lonjakan permintaan bijih nikel.  Apalagi, ia menyebutkan, jumlah perusahaan yang sedang melakukan proses perizinan dan konstruksi sebanyak 10-15 perusahaan.

“Ke depan nikel akan ada over demand karena dengan banyak pabrik, kebutuhan bahan baku meningkat,” katanya.

Smelter yang ada saat ini, imbuhnya, hanya menyerap bijih nikel kadar tinggi di atas 1,8%. Dengan banyaknya investasi baru, pihaknya berharap agar smelter baru nanti juga bisa menyerap bijih nikel kadar rendah 1,6%.

“Kita harapkan smelter baru nanti apakah bisa gunakan bijih nikel kadar rendah yang selama ini terbuang. Smelter yang ada saat ini hanya konsumsi bijih nikel di atas 1,8%, smelter baru kita harapkan bisa akomodir 1,6%,” harapnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan, pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 mengakibatkan sejumlah proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tertunda.

“Progress pembangunan smelter sedang banyak yang berhenti karena suplai bahan baku dan tenaga kerja juga berhenti karena negara yang punya teknologi ini sedang lockdown,” ucapnya pada Selasa (10/11/2020).

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, tahun 2021 ini total smelter yang beroperasi ditargetkan sebanyak 23 smelter dari 19 smelter di 2020, atau hanya bertambah empat smelter dari tahun lalu.

Baca Juga : RI Bakal Gaet Eropa-AS di Proyek Smelter

“Total realisasi fasilitas pemurnian mineral sampai dengan 2020 sebanyak 19 smelter dan 2021 sebanyak 23 smelter,” pungkasnya. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article