Harga Minyak Tak Senasib dengan Batu Bara & CPO

Harga Minyak Tak Senasib dengan Batu Bara & CPO

Harga Minyak Tak Senasib dengan Batu Bara & CPO
Harga Minyak Tak Senasib dengan Batu Bara & CPO

Menjelang akhir tahun 2020 dan setelah kuartal ketiga sudah berlalu. Harga batu bara  serta minyak sawit mentah melesat tajam di tiga bulan terakhir. Sementara itu harga minyak justru tertekan.

Tercatat pada periode Juli-September, harga CPO untuk kontrak yang aktif diperdagangkan menguat 16,63%.

Harga CPO sempat melesat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir di RM 3.080/ton.

Kenaikan harga tersebut membuat harga komoditas unggulan tersebut sempat pulih ke level sebelum pandemi Covid-19.

Namun aksi ambil untung para trader dan berbagai kabar miring yang merebak seputar intrik politik di Negeri Jiran membuat harga minyak nabati tersebut anjlok.

Harga CPO sebenarnya terus berada pada tren kenaikan sejak bulan Mei yang bertepatan dengan pelonggaran lockdown di berbagai negara importirnya seperti Uni Eropa.

Peningkatan ekonomi China serta pelonggaran di India juga memicu terjadinya kenaikan ekspor ke negara-negara tersebut. 

Pada periode Januari-Mei ekspor minyak sawit dari produsen terbesar kedua di dunia itu anjlok 24% (yoy).

Namun Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) optimis ekspor di kuartal ketiga mampu tumbuh 2,56% ke 4,56 juta ton seiring dengan membaiknya permintaan.

Secara tren, output akan naik di bulan September – November sebagai puncak musim produksi.

Baca Juga: Pemerintah Ikut Ngebor Geothermal Demi investor

Namun kurangnya tenaga kerja di sektor perkebunan sebanyak 30 ribu orang di Malaysia, anjloknya output di Indonesia akibat pemupukan yang lebih rendah dan kondisi musim kering panjang diperkirakan membuat kenaikan output kemungkinan tak signifikan, atau bahkan malah tertekan.

Untuk tahun 2020, MPOC memproyeksi total output minyak sawit Malaysia akan berada di angka 19,5 -19,6 juta ton.