Harga Minyak Masih Anjlok, Arab Saudi Berhutang

Harga Minyak Masih Anjlok, Arab Saudi Berhutang

Harga-Minyak-Masih-Anjlok-Arab-Saudi-Berhutang
Harga Minyak Masih Anjlok, Arab Saudi Berhutang

Arab Saudi kemungkinan bakal merilis surat utang atau obligasi internasional baru.

Ini menyusul kesepakatan pemangkasan produksi minyak yang dilakukan pada akhir pekan lalu oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sejumlah negara produsen mitra alias OPEC+. 

Pemangkasan produksi minyak menambah tekanan pada pendapatan, yang sudah terpukul anjloknya harga minyak mentah.

Arab Saudi telah menaikkan rasio utangnya menjadi 50 persen dari produk domestik bruto (PDB) dari sebelumnya 30 persen dari PDB.

Adapun pada pekan lalu, Qatar dan Abu Dhabi sukses menjual obligasi senilai total 17 miliar dollar AS atau setara sekira Rp. 266,6 triliun (kurs Rp 15.688 per dollar AS). 

“Ini adalah langkah lanjutan yang logis (bagi Arab Saudi untuk merilis obligasi setelah Qatar dan Abu Dhabi). Mereka (Arab Saudi) mungkin akan menunggu sebentar hingga pasar minyak bereaksi terhadap pemangkasan (produksi), karena nama mereka lebih mudah diasosiasikan dengan minyak,” ujar pihak satu bank yang enggan disebutkan identitasnya. Juru bicara kementerian keuangan Arab Saudi tidak memberikan jawaban terkait rencana penerbitan surat utang tersebut.

Baca Juga: Force Majeure Puasa Lelang

Arab Saudi sendiri merupakan eksportir utama minyak dunia. Pada Minggu (12/4/2020), Arab Saudi bersama negara-negara OPEC menyepakati pemangkasan produksi minyak.