Harga Minyak Dunia Susut

Mengutip Xinhua, Rabu, 20 November 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember merosot USD 1,84 menjadi di USD 55,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun USD 1,53 menjadi USD 60,91 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak dunia terus melemah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena dolar Amerika Serikat (USD) naik terhadap mata uang utama lainnya. Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul dari investor terkait melemahnya permintaan di pasar minyak akibat ketidakpastian global.

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 persen pada 97,8588 pada akhir perdagangan. Harga minyak terbebani oleh greenback yang lebih kuat, yang membuat minyak yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca juga artikel terkait tentang news Harga Minyak Dunia Susut: Sentuh US $70,35 China Pengaruhi Harga Batu Bara

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), terseret oleh penurunan tajam dari saham Home Depot. Di sisi lain, para investor masih memerhatikan keberlanjutan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang sekarang ini kembali mengalami hambatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 102,20 poin atau 0,36 persen menjadi 27.934,02. Sementara S&P 500 turun 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.120,18. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 20,72 poin atau 0,24 persen menjadi 8.570,66.

Saham Home Depot ditutup turun 5,44 persen, memimpin penghambat di indeks Dow. Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 mundur pada penutupan, dengan energi turun 1,47 persen, kelompok berkinerja terburuk. Perawatan kesehatan naik 0,65 persen, melampaui sisanya.

Di depan data, perumahan AS mulai meningkat 3,8 persen menjadi 1,314 juta unit pada Oktober, Departemen Perdagangan mengatakan. Ada harapan agar data perumahan AS ini bisa terus membaik di masa-masa mendatang karena bisa menjadi indikator penting terhadap perekonomian AS.