Harga Minyak Dunia Kini Pulih Total dari Pandemi Covid-19

Must read

Harga Minyak Dunia Kini Pulih Total dari Pandemi Covid-19
Harga Minyak Dunia Kini Pulih Total dari Pandemi Covid-19

Harga minyak mentah dunia saat ini pulih total dari pandemi covid-19 dan kembali ke level normal. Harga minyak mentah berjangka Brent tembus ke US$60,56 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) menguat ke level US$57,97 per barel.

Berdasarkan data CNN Business, pada Selasa (9/2/2021), harga minyak sudah berhasil menyentuh level tertingginya sejak Januari 2020 lalu, usai Presiden AS Joe Biden menyatakan, Amerika tidak akan mencabut sanksi terhadap Iran.

Ini artinya, harapan Iran untuk dapat mengekspor kembali minyak mentahnya ke pasar hilang di tengah pemangkasan pasokan minyak negara-negara produsen (OPEC) dan sekutunya yang membatasi suplai.

Sebetulnya, Ahli Strategi Komoditas ING Warren Patterson dan Wenyu Yao menyebut, harga minyak cenderung meningkat beberapa bulan terakhir berkat optimisme pasar terhadap vaksin corona.

“Dan dengan kasus covid-19 yang menurun di wilayah tertentu, termasuk AS dan Inggris, ada secercah harapan bahwa masa-masa suram telah berlalu, terutama setelah peluncuran vaksin corona,” ujar Wenyu.

Selain itu, Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo menerangkan, selain faktor-faktor itu, tanda-tanda pemulihan ditopang oleh permintaan minyak di negara-negara, seperti China, India, dan Brasil yang kembali meningkat. 

“Secara keseluruhan, ini adalah kabar baik untuk harga (minyak). Tren tersebut telah mendukung saham perusahaan minyak, seperti Exxon dan Chevron sejak November lalu,” imbuh Giovanni. 

Baca Juga: China Izinkan Batubara Australia Masuk Di Tengah Embargo

Pun demikian, Giovanni  mengingatkan kekhawatiran investor tentang harga aset bergerak terlalu tinggi dan terlalu cepat maka harga saham dan minyak bisa tertekan.

Bulan lalu, Badan Energi Internasional pun sempat merevisi proyeksi permintaan minyak global tahun ini menjadi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Proyeksi itu didasarkan dari penguncian wilayah (lockdown) yang kembali diterapkan sejumlah negara, yang diperkirakan membebani penjualan bahan bakar.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article