Harga Minyak Digulung Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Harga Minyak Digulung Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Harga-Minyak-Digulung-Ancaman-Gelombang-Kedua-Covid-19
Harga Minyak Digulung Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 mmenggulung harga minyak dunia. Harga minyak merosot menghadapi sentimen pasar.

Proyeksi permintaan minyak diharapkan naik seiring berjalannya kembali roda perekonomian pasca dilonggarkannya kebijakan lockdown di berbagai negara. 

Namun, gelombang kedua penyebaran virus corona di berbagai negara menjadi ganjalan terhadap ekspektasi tersebut. Tidak pelak, harga minyak pun kembali tergelincir.

Hanya minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli 2020 turun 3,26 dolar AS. Menjadi 36,34 dolar AS per barel, penurunan terbesar sejak 27 April 2020

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus 2020 turun 3,18 dolar AS menjadi 38,55 dolar AS per barel. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 21 April 2020

Di sisi lain, klaim pengangguran yang tetap tinggi di AS menggarisbawahi tantangan ekonomi makro jangka panjang, tepat sehari setelah Gubernur The Federal Reserve memberikan pandangan suram terhadap prospek perekonomian. 

Baca Juga: Ekspor Batu Bara Indonesia Capai USD7,77 Miliar

Sejauh ini, kebangkitan harga minyak lebih didorong oleh pengurangan produksi oleh produsen. Terlebih, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sepakat untuk memperpanjangan durasi pemangkasan produksi hingga akhir Juli 2020.