Harga Minyak Bangkit

Harga Minyak Bangkit

Harga-Minyak-Bangkit
Harga Minyak Bangkit

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak Mei 2020 naik 41 sen atau 1,8 persen ke level US$22,82 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 8.42 pagi waktu Sydney.

Harga minyak mentah di bursa berjangka New York berhasil bangkit dari pelemahannya dan naik tajam pada perdagangan di Asia pagi ini, Selasa (14/4/2020). Didorong komitmen produsen untuk membatasi produksi komoditas tersebut.

Pada perdagangan Senin (13/4/2020), WTI kontrak Mei 2020 ditutup turun 35 sen atau 1,5 persen ke level US$22,41 per barel.

Saat investor mencermati apakah kesepakatan pemangkasan produksi oleh produsen-produsen dunia dapat menstabilkan pasar yang sudah terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Meski mampu bangkit menguat. Masih ada keraguan di dalam pasar mengenai apakah pemangkasan produksi itu akan cukup untuk mengimbangi gangguan permintaan akibat pandemi corona.

Aliansi negara pengekspor minyak dan produsen non-OPEC (OPEC+) telah sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari mulai Mei. Jumlah ini setara dengan kisaran 10 persen pasokan minyak dunia.

Meski merupakan pemangkasan terkoordinasi terbesar dalam sejarah. Kesepakatan yang dicapai OPEC+ itu dipandang belum apa-apa dibandingkan estimasi penurunan konsumsi minyak sebesar 20 juta barel per hari atau lebih akibat corona.

Menurut Menteri Perminyakan Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, kepada wartawan pada Senin (13/4/2020). Arab Saudi siap untuk memangkas produksi minyak lebih lanjut jika diperlukan ketika aliansi OPEC+ bertemu kembali pada Juni 2020.

Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan sikap Saudi merupakan bagian dari fleksibilitas dan pragmatisme untuk menjaga stabilitas harga minyak.

Baca Juga: Perizinan Pertambangan Jamin Efisiensi Usaha Tambang

“Kami perlu melihat apa yang terjadi dengan keruntuhan permintaan ataupun perbaikan permintaan, tergantung bagaimana hal-hal itu berkembang,” ujarnya.