Harga Minyak Anjlok Lagi

Harga Minyak Anjlok Lagi

Harga-Minyak-Anjlok-Lagi
Harga Minyak Anjlok Lagi

Harga minyak berjangka Brent anjlok lagi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), memperpanjang kepanikan pasar minyak ke hari kedua.

Hal ini menyusul meningkatnya banjir pasokan minyak mentah global karena pandemi virus corona telah melenyapkan permintaan bahan bakar.

Pada dua hari sebelumnya, harga menjadi paling bergejolak dalam sejarah perdagangan minyak.

Ketika para investor menghadapi kenyataan bahwa pasokan di seluruh dunia akan membanjiri permintaan selama berbulan-bulan. Bahkan bisa bertahun-tahun dan pemotongan produksi saat ini untuk mengimbanginya jauh dari cukup.

Setelah perdagangan Senin (20/4), ketika kontrak AS untuk Mei jatuh ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada Selasa (21/4) menetapkan tonggak baru ketika lebih dari dua juta kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman Juni berpindah tangan, hari tersibuk dalam sejarah, menurut operator bursa CME Group.

Baca Juga: Target Produksi Nikel dan Emas Antam Tahun Ini

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi USD 19,33 per barel, terendah sejak Februari 2002.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni. Terperosok 8,86 dolar AS atau 43 persen, menjadi menetap di USD 11,57 per barel.

Kontrak AS untuk Mei, yang berakhir pada Selasa (21/4), pulih dari kejatuhan yang dalam ke wilayah negatif. Naik menjadi 10,01 dolar AS dari penyelesaian hari sebelumnya di minus USD 37,63.