Harga Minyak Ambles 20%

Harga Minyak Ambles 20%
Analis: Welcome US$ 20 per Barel!

Harga-Minyak-Ambles-20%
Harga Minyak Ambles 20%

Para ahli menyebut harga minyak mentah bakal turun tajam.  Hal ini terjadi setelah OPEC+ menghentikan kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak pada akhir Maret mendatang.

Tidak dilanjutkannya kesepakatan pemangkasan produksi besar-besaran di antara OPEC + terjadi setelah Rusia menolak melanjutkan memangkas produksi dengan alasan untuk mendukung pasar minyak yang sedang mengalami kemerosotan permintaan akibat merebaknya wabah virus corona asal Wuhan, China.

Wabah yang mirip SARS ini telah menginfeksi 109,835 orang dan merenggut nyawa 3.803 orang secara global per Senin pagi (9/3/2020).

“Minyak US$ 20 (atau sekitar RP 280 ribu) Pada tahun 2020 akan terjadi,” kata Ali Khedery, mantan penasihat senior Timur Tengah Exxon di Twitter-nya, Minggu.

“Implikasi geopolitik yang sangat besar. Stimulus tepat waktu untuk konsumen bersih. Bencana yang gagal / akan gagal dari petro-kleptocracies Irak, Iran, dll – dapat membuktikan pukulan eksistensial 1-2 ketika dibarengi dengan wabah COVID-19,” lanjut pria yang juga menjadi CEO perusahaan strategi Dragoman Ventures, yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu.

Sebagaimana diketahui, pasca mengadakan pertemuan pekan lalu di Wina, Austria. Anggota OPEC dan koalisi no-OPEC yang secara gabungan disebut OPEC +, sepakat untuk menghentikan pemangkasan produksi pada akhir Maret. Akibat ini, gembong OPEC diprediksi bakal menaikkan produksi melebihi 10 juta barel per hari (bph).

Baca Juga: Penurunan Target Produksi Tambang Batu Bara Dikeluhkan Pengusaha di Kalteng

Padahal produksi mereka saat ini hanya sekitar 9,7 juta bph. Arab Saudi, yang memimpin OPEC, secara teoritis juga dapat memompa minyak sebanyak yang diinginkannya, atau hingga sebesar 12,5 juta barel per hari (bph).