Harga Mineral Tambang Naik Selama Pandemi

Harga Mineral Tambang Naik Selama Pandemi

Harga-Mineral-Tambang-Naik-Selama-Pandemi
Harga Mineral Tambang Naik Selama Pandemi

Kementerian ESDM menetapkan Harga Patokan Mineral (HPM), yang tertuang dalam Peraturan Menteri No. 11 tahun 2020.

Adanya aturan ini untuk menjaga harga mineral dalam negeri.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Yunus Saefulhak. Ia mengatakan harga komoditas secara umum mengalami peningkatan pada Juni 2020.

“Kalau kita lihat bulan Mei Nikel itu harganya USD 12.135,32 per dmt, dan Juni kemudian naik menjadi USD 12.703,27 per dmt, cenderung naik perubahannya 4,68 persen,” kata Yunus

Begitu juga dengan timah pada Mei USD 15.408,53 per dmt, Juni menjadi USD 16.806,27 per dmt, perubahannya 9,07 persen.

Alumunium, Mei USD 1.459,79 per dmt, Juni menjadi USD 1.564,02 per dmt, perubahannya 7,14 persen.

Lalu, tembaga USD 5.233,82 per dmt menjadi USD 5.742,39 per dmt perubahannya 9,72 persen.

Sementara untuk emas USD 1.716,38 per Ounce menjadi USD 1.732,22 per Ounce, perubahannya 0,92 persen.

Terakhir, perak pada Mei USD 16,23 per Ounce menjadi USD 17,72 per Ounce, perubahannya 9,16 persen.

“Jika dibandingkan dengan harga pada Mei 2020. Peningkatan yang cukup besar mencapai 9 persen terjadi pada komoditas Timah dan Tembaga,” ujarnya.

Tentunya, perlu diketahui bahwa setelah dihitung secara rata-rata harga mineral itu masih di bawah harga internasional yaitu 30 persen.

Baca Juga: Saham Lo Kheng Hong Naik 150 Miliar dari Petrosea

Hal ini bertujuan untuk mendorong iklim investasi para pelaku smelter agar membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian di Indonesia.

“Kita sedang berusaha keras untuk dilakukannya penegakan aturan ini baik pada tambang maupun kepada pemegang smelter,” pungkasnya.