Harga Komoditas Masih Menantang, Simak Rekomendasi Ini

Harga Komoditas Masih Menantang, Simak Rekomendasi Ini

Harga-Komoditas-Masih-Menantang-Simak-Rekomendasi-Ini
Harga Komoditas Masih Menantang, Simak Rekomendasi Ini

Perlambatan ekonomi dunia akan berdampak pada permintaan batu bara secara global yang berpotensi menurun pada tahun 2020.

“Proyeksi kami terkait estimasi laba secara sektoral pada 2020 akan menurun di rentang 3,5%-7,8% year-on-year bersamaan dengan prediksi Average Selling Price (ASP) dari emiten batubara akan lebih kecil di tahun ini,” tulis Meilki dalam riset (28/2).

Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan memprediksi, harga batubara ICE Newcastle (CV: 6,000 kcal/kg) untuk setahun ke depan akan berada di rentang US$ 65 per metrik ton –US$ 75 per metrik ton atau turun sekitar 3,8%-14,5% dari rata-rata harga sepanjang 2019 yakni US$ 78 per metrik ton.

Tahun ini, harga komoditas batubara diproyeksikan masih menghadapi jalan terjal. Mulai dari permintaan dari China yang menurun hingga perlambatan ekonomi global masih membayangi langkah emas hitam ini.

NH Korindo Sekuritas sendiri memberikan rating netral untuk sektor batubara pada tahun ini. Beberapa faktor yang akan mempengaruhi industri batubara diantaranya produksi batubara nasional yang diprediksi masih akan melebihi dari target pemerintah. Hal ini akan berdampak pada kelebihan pasukan (oversupply).

Biaya operasional emiten batubara juga diprediksi bakal meningkat. Sebab, emiten harus memacu volume produksi untuk menopang penjualan seiring melemahnya harga jual batubara.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Harus Cari Terobosan Alternatif Energi

Beberapa emiten batubara berencana untuk meningkatkan volume produksi mereka tahun ini. PT. Adaro Energy Tbk (ADRO) misalnya, menargetkan memproduksi batubara sekitar 54 juta ton-58 juta ton atau 7% lebih tinggi dari tahun lalu.