Harga Komoditas Anjlok, Holding BUMN Tambang Tahan Produksi

Holding pertambangan pada 2020 mendatang menahan produksi mineral dan batu bara. Keputusan ini diambil karena harga komoditas dunia yang masih anjlok dan fluktuatif.

Produksi keseluruhan BUMN tambang tak melakukan penambahan produksi karena harga yang masih lemah. Ia menjelaskan, mempertahankan produksi merupakan salah satu caranya agar tetap bisa menjaga pendapatan perusahaan.

Misalkan dalam sektor batu bara, produksi tetap akan sama seperti tahun ini. Pada kuartal tiga kemarin tercatat PTBA melakukan kenaikan produksi 10 persen menjadi 21,6 juta ton selama kuartal ketiga 2019 dibandingkan 19,6 juta ton pada periode sama tahun lalu.

Baca juga terkait artikel Harga Komoditas Anjlok, Holding BUMN Tambang Tahan Produksi:

  1. Pimpin Holding Pertambangan, Ini PR Bos Inalum Orias Petrus
  2. Menkumham Minta Investor Tambang Patuh Hukum
  3. VMining Dirilis, E-Commerce Batu Bara Pertama di Indonesia
  4. Harga Emas Anjlok Akibat Tekanan Pasar Saham

Sedangkan untuk Antam secara produksi tidak menambah juga dikarenakan selain ekspor yang ditutup, perusahaan belum bisa memaksimalkan produksi karena kapasitas smelter yang baru bisa menampung adalah smleter Pomala.

Dalam keterangan resminya, manajemen ANTM menjelaskan bahwa volume produksi feronikel pada Januari—September 2019 mencapai 19.052 ton nikel dalam feronikel (Tni). Sedangkan pada per kuartal III/2019 total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai sebesar 1.485 kg atau 47.743 oz.