Harga Emas Yakin Bisa Tembus ke US$2.300

Harga Emas Yakin Bisa Tembus ke US$2.300

Harga-Emas-Yakin-Bisa-Tembus-ke-US$2.300
Harga Emas Yakin Bisa Tembus ke US$2.300

Saat kondisi penuh ketidakpastian dengan ancaman inflasi yang tinggi, harga emas punya masa depan yang sangat cerah.

Harga emas dirpyeksikan akan melambung tinggi dan menciptakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Harga emas di pasar spot melemah tipis cenderung flat. Pada 08.45 WIB harga logam mulia emas menurun 0,04% ke US$ 1.760/troy ons.

Harga emas saat ini masih berada di rentang tertingginya dalam tujuh setengah tahun terakhir.

Kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia kini nyaris mencapai angka 9,6 juta.

Peningkatan kasus yang terjadi akhir-akhir ini membuat pasar kembali diliputi oleh kecemasan akan terjadinya gelombang kedua wabah.

Lonjakan kasus terjadi di Amerika bagian utara dan selatan. Di Amerika Serikat (AS). Reuters melaporkan Texas bahkan harus menunda pembukaan kembali ekonominya karena jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit membludak.

Kasus juga bertambah banyak di negara-negara lain seperti Brazil, Amerika Latin dan India. 

Melihat realita yang ada dan data-data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan serta masih tingginya risiko ketidakpastian. Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi minus 4,9%.

Data PDB kuartal pertama yang lebih buruk dari perkiraan, turunnya konsumsi masyarakat dan output jasa, mobilitas yang masih terbatas, angka pengangguran yang melonjak signifikan hingga lebih dari 200 juta orang, kontraksi pada volume perdagangan hingga inflasi yang lemah membuat IMF merevisi turun proyeksinya.

Baca Juga: Transformasi Digital Tidak Mahal

Bank of Amerika (BoA) optimis bahwa peluang emas untuk menguat masih terbuka lebar.

Chief Global FICC Technical Strategist Paul Ciana mengatakan bahwa harga emas akan cenderung menguji level tertingginya di rentang US$ 1.790 – US$ 1.805.