Harga Emas Dunia Merosot Setelah Tembus Level Tertinggi

Harga emas dunia merosot setelah menembus level tertingginya dalam dua pekan. Penurunan diduga lantaran investor melakukan aksi ambil untung. Meskipun penurunannya tertahan seiring melemahnya bursa saham imbas kekhawatiran akan penyebaran virus corona baru di Tiongkok. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berangsur turun mulai Selasa (21/1) kemarin dan berlanjut ke Rabu (22/1) ini. Saat berita ini ditulis, harga emas dunia tercatat berada di posisi US$ 1.553 per ounce, turun 0,29% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

“Kita telah mendapatkan periode kinerja emas yang cukup baik dan kita tengah membayar kembali hal itu,” kata Head of Commodity Strategist di TD Securities Bart Melek seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, ia memprediksi harga emas akan bertahan di kisaran US$ 1.550 per ounce saat ini. “Saya belum mendengar berita apapun yang menyatakan bahwa penurunan harga emas ini adalah karena masalah struktural. Perkembangan yang bersifat fundamental dan permanen,” kata dia. 

Baca Juga : Harga Batubara Terkoreksi Akibat Aksi Profit Taking

Senada, Head Treader di US Global Investor Michael Matousek mengatakan tren kenaikan harga emas belum berakhir. “(Harga emas) haru turun ke bawah US$ 1.450 untuk mengubah tren tersebut,” ujarnya seperti dikutip Reuters. 

Kenaikan harga emas, menurut dia, juga akan disokong oleh suku bunga acuan AS yang stabil dan kenaika pembelian dari bank-bank sentral.

Adapun melemahnya bursa saham seiring kekhawatiran akan virus corona diduga turut menahan penurunan lebih jauh harga emas. Sebelumnya, seluruh indeks di bursa saham AS ditutup di zona merah, dengan indeks Dow Jones turun 0,52%.

Mengutip Bloomberg, data dari berbagai otoritas kesehatan kota dan nasional per Selasa (21/1), telah ditemukan 296 kasus virus corona baru. Sebanyak 291 kasus di antaranya ditemukan di Tiongkok, dua kasus di Thailand dan masing-masig satu kasus di Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat. Adapun virus ini pertama kali terdeteksi di Tiongkok tengah.