Harga Batubara Acuan Menguat Tipis ke USD 66,30 per Ton

Harga Batubara Acuan
Harga Batubara Acuan Menguat Tipis ke USD 66,30 per Ton

Harga Batubara Acuan Menguat Tipis ke USD 66,30 per Ton – HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

HBA bulan Desember akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Arifin Tasrif

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara di Desember 2019 sebesar USD 66,30 per ton, naik tipis USD 0,3 per ton dari Harga Batubara Acuan (HBA) November yang sebesar USD 66,27 per ton.

Baca juga: Sejumlah Emiten Tanggapi Positif Kebijakan DMO Batubara

“Ketetapan ini mengacu pada Keputusan Menteri Nomor 246 K/30/MEM/2019,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, Kamis (12/12).

Faktor utama kenaikan harga batu bara, Agung menjelaskan, adalah peningkatan permintaan untuk stok batu bara menjelang musim dingin. Ini merupakan kali ketiga HBA bulanan mengalami kenaikan sejak Agustus 2018 dan mencatatkan angka terendah selama dua tahun terakhir dalam rerata tahunan.

“Rata-rata HBA dari Januari-Desember 2019 sebesar USD 77,89 per ton, lebih kecil memang dibanding rerata HBA tahun 2017 yang sebesar USD 85,92 per ton, dan HBA tahun 2018 yang mencapai USD 98,96 per ton. Kondisi ini tak lepas dari tekanan permintaan pasar,” Agung menambahkan.