Harga Batu Bara Tiba-Tiba Naik!

Harga Batu Bara Tiba-Tiba Naik!

Harga Batu Bara Tiba-Tiba Naik!
Harga Batu Bara Tiba-Tiba Naik!

Perdagangan batu bara dikejutkan dengan harga penjualan batu bara yang secara tetiba meningkat secara drastis.

Kondisi yang membawa angin segara bagi perdagangan batu bara yang selama ini meleu akibat pandemi Covid-19.

Pada perdagangan harga batu bara termal acuan Newcastle, batu bara ditransaksikan meningkat.

Menurut sejumlah analisis, faktor teknikal jadi pemicu meningkatnya harga batu bara.

Jumat (7/7/2020) harga batu bara mengalami rebound setelah beberapa waktu terus dirundung sentimen negatif.

Harga batu bara dibanderol pada kisaran harga US$ 53,2/ton setelah tembus US$ 52,1/ton. 

Pada 1986, harga rata-rata anjlok menjadi 6.300 dolar AS/ ton. Justru pada saat itu PT. Tambang Timah berhasil meningkatkan produksi menjadi 25.000 ton dibandingkan dengan 22.000 ton pada 1985.

Sedangkan pada tahun silam, BUMN ini menghasilkan 28.000 ton. Dan tahun ini direncanakan 30.000 ton.

Tren harga batu bara masih bergerak sideways dengan rentang yang lebih sempit. Faktor fundamental pasar batu bara sejatinya masih mengalami tekanan.

Meski konsumsi listrik mengalami kenaikan seiring dengan pelonggaran lockdown, tetapi di beberapa daerah seperti India, Perancis, Italia dan kawasan Benua Biru lainnya masih lebih rendah dibandingkan level sebelum pandemi terjadi.

Negara-negara Barat juga memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk meningkatkan pangsa basar energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu harga gas yang murah serta ketersediaannya melimpah membuatnya lebih menarik ketimbang batu bara. 

Baca Juga: HPM Nikel Akan Beri Profit Seimbang!

Hingga bulan Agustus ini, harga batu bara acuan (HBA) RI dipatok di US$ 50,34 per ton. Turun 3,49 % dibandingkan bulan Juli dari angka US$ 52,16 per ton.