Stok Minyak AS Tekan Harga Batu Bara

Stok Minyak AS Tekan Harga Batu Bara

Stok Minyak AS Tekan Harga Batu Bara
Stok Minyak AS Tekan Harga Batu Bara

Meningkatnya persedian minyak mentah AS yang membuat harga emas hitam dunia tertekan.

Peningkatan persediaan minyak AS menjadi indikator penting untuk menunjukkan bahwa permintaan minyak belum sepenuhnya pulih.

Harga minyak dunia bahkan bisa kembali mengalami depresi seiring dengan lonjakan kasus infeksi Covid-19 di banyak negara.

Tercatat, harga minyak mentah berjangka patokan global Brent turun 0,53% ke US$ 41,5/ton. Sedangkan untuk acuan Paman Sam yakni West Texas Intermediate (WTI) terpangkas 0,08% ke US$ 39,57/barel.

Realitas kenaikan kasus Covid-19 masih marak terjadi di negara Eropa seperti Perancis dan Spanyol.

Lonjakan infeksi Covid-19 di Inggris juga membuat Negeri Ratu Elizabeth itu akan menahan laju pergerakan ekonominya.

Jika lockdown mulai kembali diterapkan maka permintaan minyak akan turun dan pasar akan kembali goyang.

Berdasarkan data asosiasi industri minyak AS (API), stok minyak mentah Paman Sam pekan lalu secara tak terduga naik 691 ribu barel, sangat berbeda dengan konsensus pasar yang memperkirakan persediaan akan drop 2,3 juta barel.

IEA memperkirakan penurunan permintaan minyak tahun ini dibanding tahun lalu sebesar 8,4 juta barel per hari (bpd).

Hal ini sedikit berbeda dengan OPEC yang memproyeksikan penurunan permintaan minyak bakal mencapai 9 juta bpd. Sementara prediksi Eurasia Group lebih rendah lagi.

“Permintaan minyak dunia akan turun lebih dari 10% menjadi sekitar 90 juta barel per hari (bpd) karena krisis Covid-19 dan ini akan menandai guncangan permintaan terbesar dalam sejarah industri,” kata Eurasia Group dalam sebuah catatan, mengutip Reuters.

Fokus pasar saat ini adalah rilis data perminyakan resmi dari pemerintah AS (EIA) yang akan keluar nanti malam dan juga kenaikan output dari Libya setelah blokade terhadap ladang minyaknya dibuka.

Reuters melaporkan perusahaan minyak nasional (NOC) Libya mengharapkan produksi minyak naik menjadi lebih dari seperempat juta barel per hari (bpd) pada minggu depan, katanya kemarin.

Baca Juga: Target Lifting Minyak Nasional Sulit Dicapai

NOC mengatakan pihaknya memulai kembali ekspor dari terminal minyak Zueitina setelah memeriksa situasi keamanan di pelabuhan dan ladang minyak mentah di sana. 

Meningkatnya konflik negara itu menyebabkan blokade fasilitas, yang sekarang mereda.

Meskipun para analis mengatakan mereka tidak memperkirakan Libya akan mencapai produksi 1,2 juta bpd setara dengan kondisi normal.