Harga Batu Bara Tahun 2020 Diprediksi Akan Meroket

Harga batu bara akan meroket pada tahun 2020 didorong sentimen damai perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Saat ini, kedua negara sudah menyepakati setengah poin perdamaian dagang dan diperkirakan rampung pada November tahun ini, sehingga tahun depan industri dunia bisa kembali pulih.

Baca juga artikel terkait Harga Batu Bara Tahun 2020 Diprediksi Akan Meroket:

  1. Sejarah Awal Mula Pertambangan Batu Bara di Indonesia
  2. Indonesia Setop Ekspor Nikel, Harga Nikel Dunia Naik
  3. Mengenal Lebih Dekat Menteri ESDM Baru, Arifin Tasrif!

Direktur Utama PT. Bukit Asam (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan, pulihnya industri di China dan AS akan mengerek harga batu bara karena naiknya permintaan. Disisi lain, saat ini suplai mulai berkurang akibat beberapa tambang skala menengah kecil mulai tumbang, sehingga berpotensi mengerek harga batu bara.

Harga jual rata-rata batu bara per September 2019 turun sebesar 7,8 persen menjadi Rp 775.675 per ton dari Rp 841.655 per ton pada periode sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batu bara indeks Newcastle menjadi 81,3 dolar AS per ton dari 108,3 dolar AS per ton. Demikian juga indeks harga batu bara thermal Indonesia yang melemah menjadi rata-rata 50,8 dolar AS per ton hingga September 2019 dari 64,5 dolar AS per ton pada periode yang sama tahun lalu.