Harga Batu Bara Sedang Diobral

Harga Batu Bara Sedang Diobral

Harga Batu Bara Sedang Diobral
Harga Batu Bara Sedang Diobral

Harga batu bara kontrak berjangka Newcastle makin drop.

Selasa kemarin (21/4), harga komoditas unggulan Australia dan Indonesia ini anjlok signifikan di tengah badai sentimen negatif kejatuhan harga minyak dan performa impor negara Asia yang kurang apik.

Harga batu bara kontrak futures (berjangka) ambles 5,02% ke level US$ 52,05/ton dan menjadi level terendah sejak 25 Mei 2016.

Sejak mencetak rekor tertinggi pada 27 Maret lalu, harga batu bara kontrak acuan Newcastle telah ambrol 27,3%, mengacu data Refinitiv.

Tertekannya harga batu bara dipicu oleh dua faktor. Pertama adalah harga minyak mentah yang anjlok. Senin kemarin, harga minyak WTI pengiriman Mei yang kontraknya kadaluwarsa per 21 April ambles 300% lebih ke zona negatif.

Anjloknya harga kontrak WTI juga memicu harga minyak acuan lain yakni Brent juga melemah. Bahkan kontrak WTI pengiriman Juni pun ikut melemah hingga terkoreksi 30% lebih.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kok Bisa Minus?

Minyak dan batu bara merupakan bahan bakar fosil. Minyak lebih banyak digunakan untuk sektor transportasi sementara batu bara untuk pembangkit listrik.

Pergerakan harga minyak turut menjadi sentimen penggerak harga batu bara, sehingga sentimen negatif dari kejatuhan harga si emas hitam juga menjadi sentimen negatif bagi harga batu bara.